TRP
Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar Mulai Eksekusi Penataan Sungai Citarum
17 Januari 2018 \\ \\ 70

BANDUNG - Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengeksekusi program penataan Sungai Citarum yang menyandang predikat sebagai sungai paling tercemar di dunia.

Sosialisasi program dan persiapan rapat terbatas kabinet tentang penataan Citarum dilakukan di Gedung Sate, Kota Bandung, yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menko Polhukam Wiranto, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, serta dihadiri oleh kepala daerah yang wilayahnya dilewati oleh Sungai Citarum.

“Citarum sungai terjorok di seluruh dunia. Dampaknya sangat besar untuk kesehatan. Bulan Februari kita bisa eksekusi rencana ini,” kata Luhut dalam pidatonya, Selasa (16/1/2018).

Luhut menambahkan, untuk menata serta membersihkan Sungai Citarum yang memiliki panjang 297 kilometer, selain Kemenko Kemaritiman dan Pemprov Jawa Barat, beberapa instansi juga bakal dilibatkan, seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian PU-Pera, Bappenas, kepolisian, TNI, kejaksaan, serta beberapa pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Masalah di republik ini kerjaan tidak terintegrasi, semua mau jalan sendiri sendiri. Sekarang semua dibuat terpadu,” tuturnya.

Luhut menjelaskan, program penataan dan pembersihan Sungai Citarum bakal dibuat payung hukumnya dalam peraturan presiden (Perpres) yang akan ditandatangani Presiden Jokowi di Bandung, malam nanti.

“Beliau akan kasih approval walaupun sebenarnya beliau sudah tahu, tapi resminya beliau harus tahu. Nantinya beliau setuju atau enggak dibuat perpres dan drafnya. Kalau setuju, ya jalan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wiranto mengatakan bakal membantu program penataan dan penanganan Sungai Citarum dengan cara mengerahkan aparat penegak hukum untuk memberantas praktik-praktik pelanggaran hukum.

“Saya hadir di sini karena ada kavling yang beririsan. Banyak masalah hukum yang mengganggu DAS Citarum akan saya sikat dengan hukum. Maka, kita perlu kerja sama terpadu. Semua manusia yang melewati Citarum ini harus membela,” ungkap Wiranto.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengklaim bahwa penanganan sampah di Sungai Citarum terbilang berhasil melalui beberapa tindakan. Namun, masalah besar yang masih belum bisa diselesaikan adalah masalah pembuangan limbah.

“Dua tahun lalu Citarum jadi sungai terkotor di dunia sampai-sampai bisa jalan di atas sampah. Saat ini sampah sudah hilang secara signifikan. Sekarang Sungai Citarum jadi sungai terhitam di dunia karena aliran limbah dan banjir yang belum mereda,” ujarnya.

Deddy menambahkan, fokus penataan Sungai Citarum saat ini adalah meningkatkan kualitas air agar ke depan masyarakat bisa kembali memanfaatkan air Sungai Citarum untuk minum dan sumber air bersih.

“Kita harapkan Citarum jadi sungai terbersih di Jawa Barat. Saat ini Citarum sudah sangat mengerikan. Tanpa kerja sama baik, kita tidak berharap hasil optimal,” tuturnya.

Sumber: http://regional.kompas.com | 16 Januari 2018

Berikan komentar.