TRP
Pemanfaatan Geospasial di Banyuwangi Masuk Enam Besar Nasional
28 September 2017 \\ \\ 25

Banyuwangi - Banyuwangi masuk enam besar daerah kompetisi Inovasi Pemanfaatan Geospasial 2017 yang digelar Badan Informasi Geospasial (BIG) Nasional. Banyuwangi dinilai berhasil mengoptimalkan pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dalam tata kelola pemerintahannya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, informasi geospasial (IG) telah menjadi bagian penting dalam kegiatan pembangunan di Banyuwangi.

Saat ini, kata dia, Banyuwangi telah memanfaatkan IG untuk membuat peta digital tentang kondisi geografis daerah. Berdasar peta tersebut, berbagai program pembangunan mulai dari penanganan kemiskinan, pendidikan, layanan kesehatan, rencana tata ruang, dan monitoring pembangunan dipetakan secara digital dengan memanfaatkan teknologi ini.

"Tahun ini kami mengusung empat program yang ikut kompetisi inovasi IG ini. Mulai program UGD Kemiskinan, e-monitoring system, bidang pendidikan, hingga program MODUIT (mobile, terpadu, dan berbasis IT) dari Puskesmas Sobo," jelas Anas, Sabtu (16/9/2017).

Anas lalu mencontohkan implementasi IG pada program penanggulangan kemiskinan. Jumlah warga miskin daerah dipetakan secara digital mulai titik koordinat wilayahnya, jumlah keluarga miskinnya, kategori kemiskinannya hingga jenis bantuan yang diberikan terpetakan secara detail by name dan by adress.

Ada juga e-monitoring System (EMS) yang memuat pemetaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan desa mulai sebelum, proses pengerjaan, hingga hasil akhirnya. Dengan program ini membuat monitoring yang dilakukan oleh Pemkab pada desa lebih efisien dan hemat biaya.

IG juga diterapkan untuk memetakan pendidikan di Banyuwangi yang memuat mulai sebaran sekolah tingkat SD hingga SMA/SMK hingga jumlah rasio guru dan siswa perkelas. Di bidang kesehatan, puskesmas juga memanfaatkan IG untuk mengetahui persebaran tren masalah kesehatan.

"Puskesmaa Sobo juga memanfaatkan geospasial dengan cara setiap ada kasus kesehatan, mereka akan menandai wilayah tersebut dan memetakannya. Berdasar peta-peta itu, puskesmas akan tahu wilayah persebaran hingga bisa membuat tren masalah kesehatan di wilayah sekitarnya sehingga bisa memudahkan intervensi," kata Anas.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Daerah Banyuwangi Suyanto Waspotondo mengatakan tim penilai akan turun melakukan penilaian sekitar akhir September. Mereka akan melihat langsung implementasi program inovasi yang telah dipresentasikan pada awal September lalu di hadapan mereka.

"Rencananya 26 September ini mereka akan turun langsung untuk meninjau dan langsung melihat aplikasi teknologi geospasial di Banyuwangi," pungkasnya. (iwd/iwd)

Sumber: https://news.detik.com | 16 September 2017

Berikan komentar.