TRP
Makin Sulitnya Berjalan Kaki di Trotoar Kota Rembang
28 September 2017 \\ \\ 53

Rembang - Pengalihfungsian lahan trotoar di kawasan Rembang Kota, makin marak dilakukan. Trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki, justru direbut dan teralihkan untuk perluasan bangunan atau berjualan.

Berdasarkan pantauan detikcom, setidaknya ada empat ruas jalan di kawasan jantung kota Rembang yang fungsi trotoarnya telah teralihkan. Yakni di kawasana Jalan Kartini, Jalan Dr Soetomo, Jalan Dr Wahidin dan Jalan Pemuda.

Rata-rata trotoar tersebut dialihfungsikan sebagai lahan berjualan dan parkir kendaraan. Tak sedikit pula, trotoar dijadikan sebagai perluasan lahan usaha sebuah perkantoran ataupun pertokoan.

Di malam hari, makin parah lagi. Puluhan pedagang kaki lima (PKL) menyesaki ruang trotoar tak memberi akses bagi pejalan kaki. Pejalan kaki harus rela berjalan di badan jalan raya yang sangat membahayakan keselamatan.

Tak hanya di kawasan kota Rembang, penyerobotan lahan trotoar juga dapat dilihat di sejumlah kawasan lainnya. Di Kecamatan Lasem misalnya, banyak titik trotoar yang sudah berlaih fungsi bukan lagi sebagai tempat pejalan kaki.

Penyerobotan dan alih fungsi trotoar tersebut sudah berlangsung cukup lama dan mudah dilihat banyak orang. Namun sejauh ini Pemkab Rembang belum melakukan tindakan signifikan secara berkelanjutan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Subakti mengaku akan mengoptimalkan peran Satpol PP Kabupaten Rembang. Pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum melakukan penertiban.

Subakti menyadari alih fungsi trotoar sebagian dilakukan oleh kalangan PKL. Karenanya diperlukan konsep rencana tata ruang wilayah (RTRW) untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Kami akan tugaskan Disperindagkop untuk menyiapkan Perda penataan PKL, diawali identifikasi untuk pengembangan PKL. Ini sebagai bahan untuk pengaturan tata ruang. Selama ini Pemkab Rembang belum punya ruang untuk PKL," ujarnya, Sabtu (23/9/2017).

Pemkab, menurut Subakti, sudah memiliki gambaran untuk penataan PKL. Kawasan di Gambiran menjadi opsi untuk dijadikan sebagai sentra pengembangan PKL. Namun, tetap harus menunggu hasil identifikasi dari dinas terkait. (mbr/mbr)

Sumber: https://news.detik.com | 23 September 2017

Berikan komentar.