TRP
Pemindahan Ibu Kota Butuh Perencanaan Mendasar pada Tata Ruang
28 Juli 2017 \\ \\ 64

 

 

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto menilai, pemindahan ibu kota bisa gagal bila tidak perencanaan dan pembenahan mendasar pada tata ruang dan infrastruktur sejak awal.

"Ibu kota baru akan mengalami nasib seperti Jakarta di kemudian hari jika kita tidak mampu melakukan perencanaan dan pembenahan mendasar pada tata ruang dan infrastruktur sejak awal," kata Heru dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/7/2017).

Bahkan, jika pemindahan ibu kota dilakukan serampangan, menyimpang dari tujuan awal yakni mengurangi beban Jakarta dan mendistribusikan pusat kegiatan dari Jawa ke daerah lain, maka tak menutup kemungkinan Indonesia akan punya dua kota megapolitan yang sama ruwetnya.

"Hasilnya juga harus dijaga secara konsisten dan berkelanjutan meski tidak mudah. Karena jauh lebih sulit ketimbang membuat perencanaan," ungkap Heru.

Keterlibatan pihak swasta dalam proyek pemindahan ibu kota juga penting. Sebab, untuk membangun infrastruktur ibukota alternatif butuh anggaran yang sangat besar selain waktu pengerjaan yang lama.

"Jangan sampai pelibatan swasta ini sebatas bancakan proyek belaka. Proyek ini demi kepentingan bersama untuk percepatan dan pemerataan ekonomi. Bukan kepentingan pemerintah atau kelompok tertentu semata," tegas Heru.

Sumber: http://ekonomi.kompas.com | 24 Juli 2017

 

 

Berikan komentar.