TRP
Bank Tanah Milik Swasta Jangan Sampai Jadi Lahan Telantar
06 Juni 2017 \\ reforma-agraria \\ 31

JAKARTA, KompasProperti - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa mengingatkan betapa pentingnya pemerintah memiliki bank tanah.

Dengan bank tanah, pemerintah dapat lebih mudah mengadakan infrastruktur dan perumahan.

"Sekarang land bank itu bukan di negara, tapi di swasta. Saya khawatir nanti ini jadi tanah terlantar," ujar Suharso di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Ia mengatakan, kebutuhan perumahan sangat mendesak. Ia pun tidak ingin bank tanah yang seharusnya bisa disiapkan untuk membangun rumah terjangkau malah diklasifikasi sebagai tanah telantar.

Menurut dia, persoalan bank tanah ini juga penting untuk diperhatikan pemerintah daerah (pemda).

"Jika pemda enggak siaga, masalah perumahan tidak akan selesai," sebut Suharso.

Ia menambahkan, kekurangan rumah sudah mencapai 11 juta unit berdasarkan perhitungan sensus.

Namun, tidak ada perhitungan yang benar-benar pasti akan kebutuhan rumah terutama di setiap daerah.

Kebutuhan rumah tidak hanya harus diperhatikan dari segi jumlah, tetapi juga dari segi kualitasnya.

"Kalau dilihat secara kasat mata mungkin tidak ada tunawisma, tapi kalau dilihat di Surabaya, kualifikasi rumah di daerah tertentu malah tidak masuk perumahan yang sehat," tutur Suharso

Koleksi tanah milik swasta

Setiap tahun, hampir semua pengembang besar menyisihkan dana untuk pembelian tanah di sejumlah daerah.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika pengembang mengumpulkan tanah seluas-luasnya untuk mengembangkan proyek.

Sebagai contoh, PT Pakuwon Jati Tbk yang saat ini memiliki lahan seluas 456,8 hektar di Surabaya dan Jakarta.

Di Jakarta, lahan yang belum dikembangkan tersebut antara lain berada di proyek Kota Kasablanka, Gandaria City, Simatupang, dan Daan Mogot.

Adapun di Surabaya, bank tanah tersebut terdapat di pusat, timur, dan barat.

Selain Pakuwon, pengembang yang memiliki bank tanah bahkan dalam jumlah besar adalah Wilsor Group.

"Total bank tanah perumahan ada sekitar 1.500 hektar antara lain di Jakarta dan luar Jakarta seperti Bekasi, Parung dan Cibubur," ujar Presiden Direktur Wilsor Group Ali Munanda Soedarsono beberapa waktu lalu. Arimbi Ramadhiani, Ed: Hilda B Alexander

Sumber: kompas.com | 6 Juni 2017

Berikan komentar.