TRP
Lahan Baru Bebas 58%, Konstruksi Kereta Cepat Terhambat
30 Mei 2017 \\ \\ 46

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat marah lantaran Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dinilai lambat dan tak menunjukkan banyak perkembangan. Saat ini pembebasan lahannya baru mencapai 58%.

Belum tuntasnya proses pembebasan lahan, membuat pekerjaan konstruksi belum bisa dilakukan. Direktur Utama PT Wijaya Karya Bintang Perbowo mengaku saat ini belum banyak tahap konstruksi yang dilakukan WIKA.

Pekerjaan yang bisa dilakukan baru tahap persiapan, itu pun hanya bisa dilakukan pada bidang lahan yang sudah bebas seperti halnya di daerah Walini.

"Konstruksinya belum banyak karena mulai dari lahan-lahan bebas di dalam di Walini enggak begitu kelihatan," ujarnya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (29/05/2017).

Proyek Kereta Cepat Jakarta-bandung ini membentang sepanjang 142 kilometer (km) yang rencananya akan melalui beberapa kota antara lain Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, Walini dan Bandung. Saat ini konstruksi di sekitar Walini sendiri masih pada tahap galian untuk persiapan pembangunan terowongan.

"Konstruksinya Walini sudah galian kan mau dibikin ada terowongan persiapan bikin terowongan," ujarnya.

Menurutnya, jika persoalan pembebasan lahan telah selesai maka selanjutnya konstruksi menggunakan alat berat dari China akan segera dilakukan. Apalagi Kementerian Keuangan telah membebaskan bea masuk untuk seluruh alat berat yang akan digunakan untuk konstruksi proyek Kereta Cepat.

"Begitu semuanya sudah turun serentak semuanya dimajukan pakai alat berat dari China, alat berat sudah di pelabuhan. Ada master list Kemenkeu untuk bebas masuk," terangnya. (dna/dna)

Sumber: https://finance.detik.com | 29 Mei 2017

Berikan komentar.