TRP
Bagikan Seribu Sertifikat Tanah, Jokowi: Jangan Dipakai Beli Mobil
24 Mei 2017 \\ reforma-agraria \\ 68

Malang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan seribu sertifikat tanah untuk warga Jawa Timur. Sertifikat ini penting untuk menghindari sengketa lahan serta memperkuat ekonomi masyarakat.

Acara penyerahan sertifikat hak atas tanah digelar di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur, Rabu (24/5/2017). Seribuan orang sudah menggenggam sertifikat masing-masing.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menyatakan ada 2.750.000 bidang lahan di Jawa Timur. Namun yang bersertifikat baru 39 persennya. Hari ini ada 10.038 sertifikat yang diterbitkan oleh BPN, diwakili oleh 9.530 orang yang bisa hadir di lapangan ini.

"Tahun ini insyaallah 500 ribu (bidang lahan) di Jawa Timur akan kita beri sertifikat," kata Sofyan disambut tepuk tangan.

Jokowi membagikan sertifikat tanah di Malang.Jokowi membagikan sertifikat tanah di Malang.

Secara acara simbolis, sebagian dari mereka naik ke panggung untuk menerima sertifikat dari Jokowi. Profesi penerima sertifikat beragam, dari petani, guru honorer, hingga wiraswasta. Jokowi menekankan soal pentingnya sertifikat tanah ini.

"Kenapa sertifikat ini penting? Setiap saya ke provinsi, selalu saya ketemu di desa, di kampung, di daerah, rakyat selalu mengeluh sengketa tanah antara rakyat dengan pemerintah, rakyat dengan perusahaan," kata Jokowi.

Jokowi membagikan sertifikat tanah di Malang.Jokowi membagikan sertifikat tanah di Malang.

Sengketa terjadi karena puluhan tahun mereka menjadi penduduk atas lahan, namun tanpa memegang surat yang bisa menjadi legitimasi hukum. Persoalan seperti ini bukan hanya terjadi di tempat-tempat yang jauh dari kota, melainkan juga di daerah metropolitan.

"Di Jakarta ada satu bidang tanah yang punya tiga orang. Akhirnya antarsaudara antartetangga menjadi berantem. Inilah (sengketa lahan) yang tidak kita mau," kata Jokowi.

Karena sertifikat tanah ini penting bagi kepastian tempat hidup manusia, maka Jokowi memasang target kerja kepada para menteri terkait untuk menerbitkan lebih banyak lagi sertifikat tanah untuk rakyat.

"Saya beri target kepada menteri, tahun ini minimal seluruh Indonesia 5 juta sertifikat harus keluar, tahun depan 7 juta harus keluar, tahun depannya lagi 9 juta harus keluar," kata Jokowi.

Jokowi membebaskan cara kerja menteri untuk mencapai target itu. Yang penting, dia akan mengecek hasil kerja menteri yang diperintahkannya.

Sertifikat tanah bisa saja digunakan sebagai jaminan kredit di bank, alias 'disekolahkan'. Namun Jokowi mengingatkan agar mereka berhati-hati memperhitungkan langkah ini.

"Jangan dipakai beli mobil, motor, bisa-bisa nggak bisa ngangsur mencicil kita nanti. Kalau hitungannya nggak masuk, jangan dipaksakan," kata Jokowi menasihati seribuan orang di lokasi. (dnu/idh)

Sumber: detik.com | 24 Mei 2017

Berikan komentar.