TRP
Tata Guna Lahan-Siap Diresmikan, Puluhan Kios Dinilai Liar
06 Maret 2017 \\ \\ 108

JAKARTA — Tiga puluh kios di Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat, yang akan diresmikan wali kota dinilai liar. Kios- kios itu berada di kawasan ruang terbuka hijau yang disebut sebagai lokasi sementara.

"Saya belum pernah mengeluarkan surat keputusan penetapan lokasi sementara di tempat itu. Memang ada usulan masuk, tetapi baru usulan. Kalau sudah ada pembangunan kios, itu liar," kata Kepala Subdinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Barat Nuraini Sylviana, Minggu (5/3).

"Tak masalah dibangun di atas ruang terbuka hijau. Namanya juga lokasi sementara, tidak permanen. Cuma harus lewat kajian dan penetapan siapa pihak yang mendanai pembangunan kios-kios itu lewat dana CSR," katanya.

Karena dibangun perusahaan, pedagang penempat kios hanya membayar retribusi Rp 3.000 per hari. Tidak ada biaya pembangunan dan pemeliharaan. Retribusi langsung ditransfer ke Bank DKI. Hingga kemarin, ada 30 kios dengan ukuran tiap kios 3 x 3 meter. Lokasinya berbatasan dengan saluran penghubung.

Agus (31), pedagang setempat, mengatakan, ia dan pedagang lain telah dapat izin menempati kios dari kelurahan, kecamatan, dan wali kota. "Formulir pendaftaran sudah kami isi dan kirim ke kelurahan, kecamatan, dan kantor wali kota. Bulan ini diresmikan Pak Wali Kota," katanya.

Kawasan yang sebagian rimbun dan semak itu pernah ditempati pedagang liar. Lalu dibongkar Pemerintah Kota Jakarta Barat. "Dibongkar Agustus 2016. Merusak jalur hijau dan tak sesuai peruntukan," ujar Agus.

Setiap pedagang bayar Rp 6 juta untuk membangun kios. "Ini pelanggaran. Berpotensi jadi sumber korupsi," kata Sylviana.

Dihubungi terpisah, Camat Kalideres Supriyadi membenarkan belum adanya penerbitan SK lokasi sementara binaan KUMKMP. "Tinggal diresmikan saja."

Terkait biaya Rp 6 juta per pedagang, ia menyatakan tidak tahu. (WIN)

Sumber: Kompas | 6 Maret 2017

Berikan komentar.