TRP
Banjir Bogor Ada di Kawasan Rentan
01 Maret 2017 \\ \\ 141

Jakarta dan Bekasi Terdampak Kondisi Hulu

BOGOR — Banjir bandang di RT 003 RW 004 Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (27/2) sore, mengagetkan warga. Sebenarnya, kelurahan itu telah dipetakan sebagai daerah rawan banjir dan longsor. Alih fungsi lahan adalah salah satu masalahnya.

"Sukaresmi termasuk rawan bencana banjir, bukan rawan banjir bandang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Ganjar Gunawan, Selasa (28/2). Status itu sesuai kajian rencana induk peta risiko bencana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tahun 2015 dan BPBD tahun 2016.

Banjir bandang di Sukaresmi, Senin, menewaskan ibu muda dan anak balitanya. Rumah mereka diterjang aliran banjir bandang.

Camat Kecamatan Tanah Sareal Asep Kertiwa mengatakan, Kelurahan Sukaresmi berbeban ganda karena rawan banjir sekaligus longsor. Kelurahan lain yang rawan banjir yaitu Kayumanis, Kedung Badak, dan Cibadak. Adapun yang rawan longsor adalah Kedung Waringin dan Kebon Pedes. Kelurahan lainnya masuk kategori relatif aman.

Seperti diberitakan kemarin, banjir bandang menjebol tembok pagar di sisi selatan lalu tembok pagar sisi utara SMAN 2 Kota Bogor. Selanjutnya, air bercampur material menghantam rumah tiga keluarga yang berada sekitar 1 meter di bawah sekolah itu. Dua warga yang tewas adalah Anita Fauziah Fitria (25) dan Dzih Mahendra Dzikra (4).

Mahwan Suherman (37), warga yang rumahnya rusak tersapu banjir, mengatakan, kali terdekat dengan area SMA adalah Kali Palayangan. Seiring pembangunan masif di area itu, lebar kali menyempit. Salah satu yang berkontribusi menyempitkan kali adalah puing-puing bangunan.

Lebih dari 20 tahun tinggal di sana, banjir bandang Senin lalu yang pertama bagi Mahwan. Itu diamini warga lain. "Sebelum ada tembok sekolah, air memang mengalir deras melalui selokan jika hujan, tetapi tak sampai banjir seperti kemarin," ujarnya.

Kondisi lingkungan

Secara geografis, lokasi SMAN 2 Kota Bogor dan permukiman di RT 003 RW 004 berada di bagian rendah. Dari gapura perumahan Budi Agung, menurun menuju lokasi kejadian banjir bandang. Selasa, dinding rumah yang didiami almarhumah Anita beserta suami dan dua anaknya terlihat hancur meski rumah masih berdiri.

Menurut Asep, terjadi perubahan lingkungan di area sekitar lokasi banjir bandang. Kali Palayangan, misalnya, yang konon selebar 2 meter kini hanya 1,5 meter. Penyempitan kali, antara lain, karena faktor alami, seperti tumbuhnya gulma, dan faktor manusia berupa pendirian bangunan di sempadan.

Tumbuhan liar akan dibersihkan dan pemilik bangunan liar di sempadan sudah diperintahkan membongkar rumah. Salah satu pemilik menyatakan sanggup membongkar. "Jika sampai besok (Rabu, 1/3) tidak dibongkar, kami bongkar paksa," kata Asep.

Ganjar menilai curah hujan tinggi mengakibatkan drainase tak mampu menampung debit air mengalir. Kajian cermat Dinas Pekerjaan Umum dibutuhkan.

Menurut Kepala SMAN 2 Kota Bogor Surya Setiamuliana, aliran air antara lain dari area perumahan Budi Agung, Rumah Sakit Islam Bogor, Universitas Ibn Khaldun, dan bertumpuk ke arah sekolah. Perbaikan drainase diperlukan.

Di SMAN 2 Kota Bogor, banjir bandang merobohkan tembok pagar sekitar 300 meter dan terangkatnya paving block seluas 90 meter persegi. Empat sepeda motor siswa rusak berat, tiga rusak sedang, dan 30 rusak ringan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau kerusakan SMAN 2 kemarin. Ia memberi santunan Rp 10 juta bagi keluarga korban meninggal. "Kami pelajari dulu," kata Heryawan terkait penyebab banjir bandang.

Luapan Ciliwung

Di Jakarta, luapan Sungai Ciliwung masih terus melanda perkampungan di bantaran di Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Sebulan terakhir, Kampung Lebak Buntu setidaknya empat kali kebanjiran luapan Ciliwung.

Luapan Ciliwung terakhir di Kampung Lebak Buntu terjadi seiring banjir di Bogor. Air mulai masuk permukiman Selasa (28/2) dini hari yang mulai surut dalam tujuh jam. Ketinggian air sempat sekitar 70 sentimeter.

Selasa siang, warga membersihkan sisa lumpur, tetapi belum berani menurunkan barang ke lantai dasar. Ketinggian air Sungai Ciliwung masih tinggi.

Katiman (70), salah satu warga, mengatakan, banjir Selasa lalu sudah diantisipasi karena ada kabar di Bogor. "Kami dapat informasi air dari Bogor akan datang tengah malam," katanya.

Tahun ini, katanya, seiring banyaknya pengerukan dan pembersihan sungai, kondisinya jauh lebih baik dari sebelum 2012. Pada 2011, warga bisa mengungsi atau tinggal di lantai dua rumahnya karena banjir beberapa hari.

Banjir di Kampung Lebak Buntu karena kiriman dari hulu. Warga terus memantau cuaca di Bogor dan mengandalkan informasi dari Kelurahan Pejaten Timur tentang datangnya banjir. Kampung itu belum tersentuh penataan sungai.

Warga Kampung Lebak Buntu lain, Aisyah (40), memilih mengontrak kamar dengan sewa Rp 300.000 sebulan di Condet, Jakarta Timur, selama banjir mengancam. Itu ia lakukan karena tiga anaknya masih balita. "Sebulan ini, banjir datang terus. Kering paling dua hari. Repot sekali karena masih banyak anak-anak begini," kata ibu rumah tangga itu.

Dalam pernyataan resminya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan data BPBD DKI, 1.178 rumah tergenang 10-60 cm dari Senin malam hingga Selasa. Sebanyak 3.832 jiwa terdampak langsung luapan Ciliwung.

Banjir di Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terdapat di RW 006, 007, dan 008 setinggi 30-70 cm. Sebanyak 20 keluarga mengungsi di pertokoan yang lebih tinggi dari lokasi.

Adapun genangan atau banjir di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, merendam permukiman di RW 001, 002, 003, 005, dan 008. Sekitar 1.000 keluarga terdampak langsung, tetapi tinggal di rumah.

Kali Bekasi

Di Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagian jalur pejalan kaki dan turap beton di Jalan Cipendawa ambrol tergerus aliran air Kali Bekasi. Demi pertimbangan keselamatan, polisi menutup sementara akses Jalan Cipendawa menuju Jatiasih bagi mobil dan kendaraan besar.

Kemarin, trotoar dan beton pembatas Jalan Cipendawa ambrol sekitar 50 meter. Tanah di bawah jalan tergerus aliran air Kali Bekasi yang volumenya meningkat pada Jumat-Senin lalu.

Ruas Jalan Cipendawa yang longsor ada di Kelurahan Bojong Menteng. Heri (28), warga sekitar, mengatakan, turap beton ambrol Selasa dini hari. Akses Jalan Cipendawa dari arah Bantargebang dan Rawalumbu menuju Jatiasih ditutup dan dialihkan ke lajur sebelahnya.

Wakil Ketua Satgas BPBD Kota Bekasi Karsono mengatakan, longsornya bahu Jalan Cipendawa tak lepas dari peningkatan volume air Kali Bekasi yang berasal dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi di Kabupaten Bogor. (JOG/IRE/ILO)

Sumber: Kompas | 1 Maret 2017

Berikan komentar.