TRP
Penataan Sungai: Sejumlah Area Mulai Dibebaskan Lagi
16 Februari 2017 \\ \\ 164

JAKARTA — Pembebasan lahan untuk penataan Sungai Ciliwung di wilayah Jakarta Timur terus berjalan. Kini, area yang dibebaskan meliputi kawasan Cawang, Bidaracina, dan Kebon Manggis.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Jakarta Timur Sofyan Taher, Selasa (14/2), mengatakan, sejumlah area bantaran kali yang mulai dibebaskan antara lain di Gang Arus, Cawang, Kramatjati. "Sebagian lagi di Bidaracina, Kecamatan Jatinegara," katanya.

Hingga kemarin, luapan Sungai Ciliwung akibat limpahan air dari Bogor masih merendam sejumlah area bantaran Ciliwung di Jakarta Timur setinggi 10-60 sentimeter. Kampung Pulo di Jatinegara yang sudah ditata masih terendam air 60 cm karena pintu air belum berfungsi maksimal.

Tahun 2017, kata Sofyan, pembebasan lahan untuk penataan Sungai Ciliwung tidak lagi ditangani Pemerintah Kota Jakarta Timur, tetapi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah Jakarta Timur. BPN yang akan melaksanakan pengukuran hingga proses pembayaran ganti rugi.

Satuan Tugas B Normalisasi Sungai Ciliwung dari BPN Jakarta Timur, Nahrowi mengatakan, di Gang Arus ada 110 bidang dibebaskan dan 33 bidang di antaranya hunian di atas tanah negara. Sisanya sedang diproses untuk pembebasan lahan, termasuk pembayaran ganti rugi.

"Penghuni yang menempati 33 bidang tanah milik negara sudah direlokasi sejak 2016 ke rumah susun sederhana sewa Rawa Bebek. Area itu pun sudah kosong," kata Nahrowi.

Sisanya, 77 bidang, dalam proses pengumuman peta bidang pekan ini. Lalu dilanjutkan penyerahan data dokumen kepemilikan tanah dari warga kepada BPN. Dokumen itu dapat berupa girik ataupun sertifikat.

"Penyerahan dokumen kepemilikan lahan ini yang biasanya memakan waktu. Namun, BPN juga memiliki dokumen atas 77 bidang tanah itu sehingga nanti bisa segera dilanjutkan ke proses ganti rugi," katanya.

Pembebasan lahan penataan Sungai Ciliwung kini juga dilaksanakan di Kebon Manggis, Kecamatan Matraman. Meski areal itu dihuni warga, areal tersebut milik TNI.

"Kami akan berkomunikasi dengan TNI, termasuk menangani warga yang bermukim di sana," kata Nahrowi.

Untuk pembebasan lahan di Bidaracina sebanyak enam bidang, kini menunggu pembayaran ganti rugi. Keenam bidang itu hanya untuk penataan Sungai Ciliwung, meliputi areal milik bank dan perusahaan asuransi.

Adapun pembebasan lahan untuk sodetan Sungai Ciliwung di Bidaracina, dua tahun ini belum tuntas. Warga setempat menggugat Gubernur DKI ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang hingga kini belum selesai.

Pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung, kata Nahrowi, juga sedang dilaksanakan di Kelurahan Gedong dan Balekambang di Condet. Proses pembebasan lahannya tahap pengukuran dan inventarisasi.

Selain Ciliwung, penataan Kali Sunter juga menjadi prioritas pekerjaan Pemerintah Kota Jakarta Timur sesuai perintah Wakil Gubernur DKI. Menurut Sofyan, dinas pekerjaan umum sudah menginventarisasi lahan bantaran Kali Sunter di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar.

Kali Krukut

Untuk penataan Kali Krukut, 419 bangunan masih berdiri di bantaran sungai yang masuk trase penataan. Sekitar 20 bangunan di antaranya diketahui tak mempunyai alas hak.

Pada paparan Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Selatan periode November 2016-Februari 2017, Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengatakan, 20 bangunan yang tanpa alas hak dan masuk trase penataan bantaran Kali Krukut itu ada di Kelurahan Cipete Utara.

Normalisasi Kali Krukut menjadi prioritas program Jakarta Selatan karena tanpa ditata, sungai yang mengalami penyempitan parah itu akan terus memicu banjir di kawasan Jakarat Selatan, dari Petogogogan hingga Cilandak Timur. (MDN/IRE)

Sumber: Kompas | 16 Februari 2017

Berikan komentar.