TRP
Pembebasan Lahan Tuntas Februari 2017
10 Januari 2017 \\ \\ 37

Badan Jalan Tol Ditargetkan Sudah Dicor Juni Mendatang

BATANG — Presiden Joko Widodo memastikan ruas Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, dapat dilalui jelang arus mudik Lebaran, Juni 2017, walaupun saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Pembebasan seluruh lahan yang dibutuhkan diharapkan tuntas selambatnya pada akhir Februari 2017.

Jalan tol ini merupakan ruas tol keempat dari sembilan ruas tol Trans-Jawa sepanjang total 615 Kilometer. Pemerintah mempercepat pembangunan jaringan tol untuk meningkatkan konektivitas antara Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, dan Pelabuhan Ketapan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Terkait perkembangan pembebasan lahan, kata Presiden Joko Widodo, ruas Tol Batang-Semarang seksi I dan seksi II wilayah Batang sudah tuntas pada Senin (9/1). Adapun pembebasan lahan di wilayah Kendal dan Semarang tuntas paling lambat akhir Februari 2017 sehingga kegiatan konstruksi dapat berlangsung hingga tiga giliran kerja per hari.

"Jalan Tol Batang-Semarang, sejak saya menjadi Wali Kota Solo betul-betul masalah besar yang tidak bisa cepat diselesaikan karena masalah pembebasan lahan. Ini (terhenti) sejak 1996," kata Joko Widodo, saat meninjau proyek Tol Batang-Semarang di Desa Dukuh Bulu, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jateng, Senin.

Presiden Joko Widodo kemudian ikut menyaksikan salah satu pembebasan lahan masyarakat untuk pembangunan jalan tol di Balai Desa Kandeman, Kecamatan Kandeman, Batang. Presiden didampingi, antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko.

Berdialog

Presiden juga berdialog dengan warga setempat terkait lahan yang akan dibebaskan untuk kepentingan proyek. Pemerintah telah membayar Rp 53,3 miliar untuk 89 bidang tanah milik warga Desa Kandeman dan Rp 35,5 miliar untuk 98 bidang tanah milik warga Desa Ponowareng.

Muflikun (25), warga Kandeman, mengaku, masih ada 30 keluarga yang belum selesai pembebasan lahannya karena belum ada kesepakatan nilai penggantian. Muflikun menginginkan penggantian lahan warga Desa Kandeman dapat dilakukan dengan tepat.

"Lahan warga Desa Mentosari dapat diganti Rp 1,35 juta per meter persegi. Pertimbangannya lahan mereka ada di tepi jalan. Sementara kami juga memiliki kelebihan akses dan dekat dengan kawasan industri. Paling tidak, kami ingin penggantian lahan sama dengan nilai warga Desa Mentosari," papar Muflikun.

Dalam kesempatan itu, Presiden bersyukur saat ini pengerjaan proyek jalan tol dapat dikerjakan semakin cepat. Salah satu faktor pendukungnya adalah adanya dana talangan yang disiapkan untuk membantu percepatan pembebasan lahan.

Hingga akhir 2016, total dana talangan yang dihimpun dari 32 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah mencapai Rp 32,61 triliun. Sebagian dari dana talangan tersebut telah disalurkan untuk sejumlah proyek jalan tol, seperti Trans-Jawa, Trans-Sumatera, Jabotabek, dan daerah lain.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembebasan lahan Tol Batang-Semarang (74,2 kilometer) terdiri dari lima seksi. Seksi I Batang-Kandeman tuntas 100 persen, seksi II Kandeman-Weleri 94,09 persen, seksi III Weleri-Kendal 46,09 persen, seksi IV Kendal-Kaliwungu 33,27 persen, dan seksi V Kaliwungu-Semarang sudah 75,54 persen.

Sudah dicor

Basuki mengatakan, Senin pemerintah membayar Rp 90 miliar untuk pembebasan lahan di Desa Ponowareng dan Desa Kandeman, Kabupaten Batang. Itu artinya pengerjaan konstruksi Tol Batang-Semarang seksi I dan II sepanjang 39,55 kilometer dapat dilakukan. Setelah itu, pembebasan lahan seksi III dan IV wilayah Kendal ditargetkan selesai akhir bulan ini.

Basuki mengatakan, pengerjaan konstruksi Tol Batang-Semarang belum sepenuhnya rampung pada Juni 2017. Namun, badan jalan sudah dicor beton dan terdiri atas dua lajur masing-masing 3,6 meter. Mobil golongan I dipastikan dapat melintasi jalur tersebut.

"Penerangan dan rambu lalu lintas akan dilengkapi sehingga aman bagi pengendara," kata Basuki. (KRN/NDY)

Sumber: Kompas | 10 Januari 2017

Berikan komentar.