TRP
Kawasan Industri-Insentif untuk Menarik Investor
10 Januari 2017 \\ \\ 11

BATAM — Pemerintah diharapkan memberikan insentif untuk mempercepat pengoperasian pabrik peleburan dan pengolahan bauksit di Bintan, Kepulauan Riau. Dengan pemberian insentif, investor tetap akan menyasar kawasan industri.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan, investor menanamkan 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 26,77 triliun untuk membangun kawasan industri pengolahan bauksit terpadu. Selain pabrik peleburan, kawasan itu juga dilengkapi pabrik pengolahan, pembangkit listrik, dan pelabuhan.

"Investasinya masih akan bertambah karena kawasan itu butuh banyak pengembangan," kata Nurdin, Senin (9/1), di Batam, Kepulauan Riau.

Investor asal Tiongkok, Nansha Group, harus membangun berbagai fasilitas penunjang karena belum tersedia apa pun di lokasi investasi. Kebutuhan listrik hingga 2.500 megawatt (MW) untuk mengoperasikan pabrik di kawasan terpadu itu tidak bisa dipasok penyedia listrik Batam-Bintan. Hingga 2017, tersedia 560 MW di Batam-Bintan, yang 380 MW di antaranya sudah terserap.

"Perlu dibangun waduk juga karena industri itu membutuhkan banyak air," ujarnya.

Dengan nilai investasi yang cukup besar, pemilik modal berharap ada insentif agar modal mereka cepat kembali. Saat mulai dibangun pada 2015, pabrik itu direncanakan beroperasi akhir 2017. Namun, pemilik modal mengevaluasi rencana itu karena mempertimbangkan waktu pengembalian investasi.

"Salah satu pertimbangan mereka, belum ada insentif apa pun untuk kawasan industri terpadu," kata Nurdin.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sudah mengusulkan kawasan terpadu itu menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus (KEK) di Bintan. Konsep KEK Bintan-Karimun akan berbeda dengan kawasan perdagangan bebas Batam. Di Batam, kawasan perdagangan bebas diberlakukan untuk semua pulau.

"Di Karimun dan Bintan akan ditegaskan batas KEK di mana saja. Dalam KEK hanya ada kegiatan produksi atau hal-hal terkait dengan peningkatan nilai tambah dan membutuhkan fasilitas KEK," ujarnya.

Daerah industri

Badan Pengusahaan Batam berusaha mendorong perubahan industri di Batam. Kota itu sedang diarahkan menjadi daerah industri dengan nilai tambah tinggi.

"Kami ingin mendorong industri Batam tidak lagi mengandalkan buruh murah. Batam harus jadi daerah industri yang menyerap pekerja berketerampilan tinggi," ujar Deputi IV BP Batam Purba Robert Mangapul Sianipar.

Terkait dengan hal itu, industri perawatan pesawat dan teknologi informatika menjadi andalan Batam. Industri itu akan dipusatkan di sekitar kawasan Batu Besar, Nongsa. Di wilayah itu masih ada lahan kosong yang bisa dimanfaatkan serta berlokasi di dekat bandara. (RAZ)

Sumber: Kompas | 10 Januari 2017


Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u0201324/public_html/tataruangpertanahan.com/templates/khazanah/modul/temp/kliping.php on line 38
Artikel Terkait.
Berikan komentar.