TRP
Desember, Soal Lahan Selesai
28 November 2016 \\ \\ 59

Proyek KA Bandara Tuntas Juli 2017, Jalur Dwiganda Manggarai Menyusul di 2019

TANGERANG — Pembebasan lahan untuk pembangunan rel kereta bandara dari Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, sudah 80,29 persen. Ditargetkan akhir tahun ini persoalan lahan selesai dan mulai tahap konstruksi.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang mencatat, pembebasan lahan proyek ini sudah mencapai 608 bidang dengan luas 296.917 meter persegi dari 871 bidang seluas 369.786 meter persegi atau 80,29 persen. Sisanya yang belum dibebaskan 263 bidang seluas 72.869 meter persegi atau 19,71 persen.

Pencapaian angka itu setelah PT Kereta Api Indonesia membayar ganti rugi atas pembebasan 27 bidang lahan di kantor BPN Kota Tangerang, Jumat (25/11). Pemberian ganti rugi atas lahan kepada warga dihadiri Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto dan Kepala BPN Kota Tangerang Badrusalim.

"Hari ini ganti rugi yang dibayarkan Rp 33,14 miliar. Pembebasan lahan dilakukan lagi pekan depan. Target kami, Desember pembebasan lahan sudah selesai," kata Badrusalim, Jumat.

Total bidang yang dibebaskan ini tersebar di enam kelurahan, yakni Batujaya, Batusari, Belendung, Karangsari, Poris Plawad, dan Tanah Tinggi. Dari lahan yang dibebaskan, ada 14 bidang dari 77 bidang yang sempat bermasalah karena digugat warga. Lahan yang belum dibebaskan adalah sisa lahan bermasalah, tanah terimpit, dan pencarian pengganti lahan untuk relokasi.

"Untuk tanah terimpit, ada bidang yang terkena dampak proyek PT KAI dan tol. Ini segera diselesaikan secepatnya. Kami bisa saja segera membayarkan sisa bidang tersebut, tetapi harus sesuai prosedur hukum," tutur Badrusalim.

Heru mengatakan, kegiatan proyek yang sudah dimulai, antara lain, secara bertahap memasang rel dari kawasan bandara menuju Batuceper. "Sudah terpasang rel sepanjang 4 kilometer," kata Heru.

Setelah pembebasan lahan selesai pada Desember, kata Heru, sesuai dengan rencana awal, tahun 2017 pihaknya mulai menerjunkan alat berat di lokasi akses yang menjadi jalur kereta, di Stasiun Batuceper, Duri, Kota, Sudirman, dan Manggarai. Heru menjamin saat proses pembangunan tidak akan ada dampak buruk pada lingkungan dan permukiman warga. Proyek kereta bandara ini ditargetkan selesai pada Juli 2017.

Dukungan DKI dan PT KAI

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono, dan Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengunjungi proyek pembangunan stasiun transit terbesar dan jalur dwiganda (double-double track) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, yang ditargetkan selesai awal 2019.

Budi Karya mengatakan, saat ini ada tiga tahap proyek yang dikerjakan Dirjen Perkeretaapian, di antaranya meningkatkan kapasitas lintas kereta api di koridor Manggarai-Cikarang melalui pembangunan jalur dwiganda; memisahkan jalur operasi kereta jarak jauh, kereta barang dengan jalur komuter; memperpanjang jalur komuter dari Bekasi ke Cikarang; membangun stasiun transit antara jalur utama dan jalur KRL di Stasiun Jatinegara, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Cikarang; dan menambah shelter pemberhentian dan peningkatan stasiun yang ada.

Selain itu, ada pembangunan jalur rel dwiganda Manggarai-Bekasi; pemasangan jaringan listrik aliran atas dan daya antara Bekasi dan Cikarang; pembangunan jalur layang Manggarai-Jatinegara dan Cikini-Manggarai; pengembangan 10 stasiun antara Manggarai dan Cikarang dan pembangunan tiga stasiun baru Matraman, Bekasi Timur, dan Cibitung; pembangunan depo lokomotif di Cipinang; serta penggantian sinyal dan telkom sepanjang Manggarai-Cikarang.

Proyek pembangunan jalur dwiganda sepanjang 18 km dan stasiun itu menelan dana Rp 5,5 triliun. Dana berasal dari pinjaman Jepang dan APBN. Proyek dikerjakan beberapa kontraktor, yaitu PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan PT Adhi Karya.

"Setelah kami evaluasi, proyek ini lambat karena banyak masalah administrasi. Kami minta PT KAI lebih kooperatif sehingga kontraktor bisa bekerja lebih cepat dan nyaman," ujarnya.

Budi Karya juga meminta Pemprov DKI membantu menyelesaikan pembebasan dan pengosongan lahan yang berdekatan dengan proyek jalur dwiganda. Ada beberapa titik yang masih harus disterilkan, seperti di jalur Cikini dan Jatinegara. Di Cikini, ada puluhan rumah berdiri di pinggir rel. Di Jatinegara, lahan milik PT KAI menjadi tempat pembuangan sampah.

Menurut Budi Karya, yang diamini Edi Sukmoro, saat ini perkembangan proyek tahap 1 Manggarai-Jatinegara mencapai 30 persen, tahap 2 Jatinegara-Bekasi 10 persen, dan tahap 3 Bekasi-Cikarang 70 persen. Proyek tahap 3 lebih cepat selesai karena tidak banyak melintasi stasiun. Proyek di Stasiun Manggarai terlambat dan perkembangannya lamban karena masih digunakan sebagai jalur aktif baik kereta jarak jauh maupun KRL.

"Sekarang ini yang sudah jadi adalah terowongan penyeberangan supaya tidak ada lagi penumpang yang menyeberang di pelintasan sebidang. Kami targetkan beroperasi Desember meski belum ada eskalator," ujar Edi.

Penertiban setelah pilkada

Plt Gubernur DKI Sumarsono berkomitmen membantu percepatan proyek di Manggarai. Ia meminta PT KAI memberikan data riil lokasi yang harus ditertibkan dan dikosongkan. Di jalur kereta di Cikini, misalnya, ada 18-20 bangunan warga yang harus dibongkar. Belum diketahui status kepemilikan lahan. Sumarsono meminta waktu untuk sosialisasi kepada warga. "Penertiban bangunan setelah pemungutan suara 15 Februari 2017 supaya tidak mengubah proses dan tahapan pilkada," ujarnya.

Proses pembebasan lahan, pembayaran ganti rugi, dan pengosongan bangunan itu paling tidak baru bisa dilakukan pada Maret-April 2017. (DEA/PIN)

Sumber: Kompas | 26 November 2016

Artikel Terkait.
Berikan komentar.