TRP
Tiga Bendungan Dimulai
24 November 2016 \\ \\ 250

Ciawi untuk Kendalikan Banjir Jakarta

JAKARTA — Penandatanganan pembangunan tiga bendungan dilakukan sekaligus, yakni Bendungan Cipanas, Ciawi, dan Leuwikeris, yang ketiganya terletak di Jawa Barat. Diperlukan anggaran tahun jamak sekitar Rp 4,14 triliun untuk ketiganya.

Bendungan Ciawi menjadi bendungan kering pertama yang dibangun. Bendungan Cipanas, Ciawi, dan Leuwikeris merupakan 3 dari 8 bendungan yang dibangun pemerintah tahun ini. Sebelumnya, pemerintah telah menandatangani kontrak pembangunan tiga bendungan, yakni Kuwil Kawangkoan (Sulawesi Utara), Way Sekampung (Lampung), dan Ladongi (Sulawesi Tenggara).

"Karena sudah tanda tangan kontrak, silakan langsung kerja, tidak perlu pencanangan. Nanti sewaktu-waktu kami melihat ke lapangan apakah alat dan kelengkapan sudah ada di lapangan atau belum. Kami berharap pekerjaan di lapangan dapat segera dilakukan," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso dalam acara penandatanganan kontrak pembangunan tiga bendungan beserta supervisinya, Rabu (23/11), di Jakarta.

Bendungan Cipanas, Ciawi, dan Leuwikeris berada di Jawa Barat. Bendungan Cipanas yang dibangun di wilayah Kabupaten Sumedang dan Indramayu merupakan proyek tahun jamak dengan total biaya Rp 1,429 triliun hingga tahun 2020. Dengan volume tampungan 3,081 juta meter kubik, bendungan tersebut dapat mengairi daerah irigasi di wilayah kabupaten Sumedang dan Indramayu seluas sekitar 8.089 hektar. Selain itu, terdapat pula potensi pembangkit listrik mikrohidro 3 megawatt (MW) serta fungsi pengendali banjir. Kontraktor Bendungan Cipanas untuk paket I adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, dan PT Brantas Abipraya (Persero).

Tiga tahun

Adapun Bendungan Leuwikeris yang terletak di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya akan memakan biaya hingga Rp 1,89 triliun dengan masa konstruksi sekitar tiga tahun atau hingga 2019. Bendungan Leuwikeris memiliki volume tampungan 30,3 juta meter kubik yang dapat digunakan untuk mengairi 4.616 hektar daerah irigasi Lakbok Utara dan Manganti. Selain itu, bendungan tersebut juga menyediakan air baku untuk Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis sebesar 845 liter per detik.

Sementara Bendungan Ciawi yang dibangun di Kabupaten Bogor merupakan bendungan kering. Bendungan kering tidak berfungsi sebagai penampungan air dan tidak memiliki fungsi seperti untuk irigasi, tetapi untuk mengendalikan banjir. Kontraktor bendungan tersebut adalah PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT SAC Nusantara.

"Jadi, bendungan kering di Indonesia yang akan dibangun itu dua buah, yaitu Bendungan Ciawi dan kemudian Sukamahi. Fungsinya untuk pengendalian banjir di DKI Jakarta," ujar Imam.

Perwakilan dari penyedia jasa konstruksi, Direktur Pemasaran PT PP (Persero) Tbk M Aprindi, mengatakan, penyedia jasa, baik konstruksi maupun supervisi, akan melakukan kewajibannya sesuai dengan kontrak. (NAD)

Sumber: Kompas | 24 November 2016

Berikan komentar.