TRP
Bank Dunia Kaji Dua Tol
21 November 2016 \\ \\ 55

Dana Talangan Percepat Pembebasan Lahan

JAKARTA — Pemerintah menggandeng Bank Dunia untuk mengkaji rencana pembangunan dua ruas tol, Yogyakarta-Bawen dan Sukabumi-Padalarang. Dengan menggandeng Bank Dunia, diharapkan investor luar negeri tertarik untuk masuk ke industri jalan tol di Indonesia.

"Kami sedang mencoba untuk meningkatkan industrinya (tol). Idealnya, proses lelang dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) itu nantinya akan terbuka dengan partisipasi tinggi. Kompetisi antarpeserta pun terjadi karena makin banyak pilihan (calon investor)," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna, akhir pekan lalu, di Jakarta.

Pemerintah berencana membangun tol Yogyakarta-Bawen (104 kilometer) dengan nilai investasi Rp 6,09 triliun dan tol Sukabumi-Padalarang (61 kilometer) dengan nilai investasi Rp 6,66 triliun. Tol Yogyakarta akan mendukung pengembangan kawasan wisata Borobudur yang menjadi prioritas pemerintah. Sementara tol Sukabumi-Padalarang akan mendukung jaringan tol antara Jakarta dan Bandung.

Herry mengatakan, melihat proses lelang beberapa ruas tol terakhir, prosesnya sudah berjalan dengan baik. Namun, peserta lelang masih terbatas dan kebanyakan berasal dari dalam negeri. Itu berarti sumber pembiayaan yang ikut serta pun terbatas atau tidak bervariasi.

"Padahal, harapannya ada banyak investor luar negeri yang masuk. Maka, ini menjadi introspeksi bagi kami. Maka, kami tawarkan kepada Bank Dunia untuk ikut terlibat. Jadi, ini akan meyakinkan entitas di luar negeri bahwa proyek ini dipersiapkan dengan baik," ujar Herry.

Penilaian

Untuk tahap awal, direncanakan Bank dunia akan memberikan hibah sebesar 350.000 dollar AS untuk melakukan penilaian terhadap kedua tol tersebut sampai Juni 2017. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan studi kelayakan dengan success fee concept, atau Bank Dunia akan dibayar dalam jumlah tertentu jika proyek tersebut sampai pada tahap transaksi. Herry berharap pada 2017 kedua tol tersebut dapat dilelang.

"Investasi itu soal kepercayaan. Sebenarnya proyek tol di Indonesia menarik. Indikasinya, Bank Dunia sudah masuk ke tol Cipali lewat PT IIF (Indonesia Infrastructure Finance) yang di dalamnya ada porsi saham Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB) dan PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) Persero," ucap Herry.

Terkait dengan sekuritisasi jalan tol yang telah beroperasi, menurut Herry, beberapa tol yang kemungkinan dapat ditawarkan adalah ruas Jakarta-Cikampek dan Jagorawi. Namun, pengelola ruas tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, perlu membentuk badan usaha atau anak perusahaan sebagai pengelola jalan tol tersebut.

Secara terpisah, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, Fasilitasi Jalan Daerah Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Subagyono mengatakan, hingga pertengahan tahun, pihaknya tidak banyak melakukan pembebasan lahan karena anggaran pemerintah telah habis disalurkan pada awal tahun. Setelah dibuat mekanisme dana talangan, proses inventarisasi, penaksiran, validasi, dan pembayaran pembebasan lahan dapat dimulai kembali.

"Memang, dengan adanya dana talangan, itu memberi kepastian untuk mempercepat pembebasan lahan. Mudah-mudahan target sebesar Rp 16 triliun hingga akhir tahun dapat tercapai," kata Subagyono. (NAD)

Sumber: Kompas | 21 November 2016

Berikan komentar.