TRP
Indramayu Siap Jadi Penyangga "Aerocity"
18 November 2016 \\ \\ 116

INDRAMAYU — Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencanangkan empat kecamatan menjadi kawasan penyangga aerocity Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Kabupaten Majalengka, seperti pusat logistik untuk bandara tersebut. Kawasan tersebut diharapkan dapat menyerap ribuan tenaga kerja sehingga mengurangi angka pengangguran di Indramayu.

Untuk itu, DPRD Indramayu bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Indramayu akan meninjau kembali Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Indramayu 2011-2013.

Ketua DPRD Indramayu Taufik Hidayat, Selasa (15/11), di Indramayu, mengatakan, Bappeda Indramayu juga tengah menyusun rencana pengembangan kawasan penyangga tersebut. Kawasan tersebut, yakni Sukagumiwang, Tukdana, Cikedung, dan Terisi. Kawasan itu dipilih karena lebih dekat secara geografis dengan Kertajati, Majalengka.

Menurut dia, pengembangan kawasan tersebut sudah sesuai dengan aerocity atau kawasan perdagangan, bisnis, dan jasa di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka. Aerocity yang luasnya lebih dari 3.200 hektar tersebut akan menjadi gerbang pertumbuhan ekonomi di Jabar bagian timur. Bandara Internasional Jawa Barat ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2017.

"Sekitar 70 persen penerbangan di BIJB akan bergerak di kargo. Indramayu akan menjadi pusat logistiknya," ujar Taufik.

Dengan pembangunan kawasan penyangga tersebut, tingkat pengangguran di Indramayu dapat berkurang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indramayu, tingkat pengangguran terbuka di Indramayu pada 2015 mencapai 8,51 persen. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada 2014 yang mencapai 8,01 persen.

"Pembangunan kawasan penyangga ini diperkirakan mampu menyerap 10.000 tenaga kerja lokal. Jika Pemprov Jabar dan pemerintah pusat tidak mendukung, masyarakat Indramayu hanya akan jadi penonton" ujarnya.

Apalagi, beroperasinya Tol Cikopo-Palimanan yang memangkas waktu tempuh Jakarta-Cirebon dinilai membuat sebagian besar usaha mikro kecil menengah di jalur pantai utara Indramayu gulung tikar.

Taufik memastikan pembangunan kawasan penyangga aerocity tidak akan mengganggu Indramayu sebagai lumbung padi nasional. Selama ini, lebih dari 125.000 hektar lahan pertanian di Indramayu digunakan untuk musim tanam rendeng atau pertama. Adapun total produksi di Indramayu setiap tahun mencapai 1,5 juta ton gabah kering giling. "Sudah ada perda terkait lahan abadi. Sebanyak 92.000 hektar tidak akan dialihfungsikan," ujarnya.

Secara terpisah, Manajer Teknik Unit Manajemen Proyek PT BIJB Hidayat Effendi mengatakan, pembangunan sisi darat BIJB, yang terbagi dalam infrastruktur, terminal, dan bangunan penunjang, telah mencapai 18 persen. Infrastruktur darat luasnya 960 hektar. Kini, tinggal 14,6 hektar yang belum dibebaskan. Bandara yang ditargetkan seluas 1.800 hektar tersebut nantinya dapat menampung pesawat berukuran besar seperti pesawat Airbus A380. (IKI)

Sumber: Kompas | 16 November 2016

Berikan komentar.