TRP
Jalur Baru KA Dikaji
09 November 2016 \\ \\ 190

Direncanakan Dibangun Jalur KA Yogyakarta-Magelang

YOGYAKARTA — Pemerintah berencana membangun jalur baru kereta api dari Yogyakarta ke Magelang untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur. Pembangunan jalur baru dipilih karena jalur lama kereta api Yogyakarta-Magelang sudah tertutup oleh bangunan dan jalan sehingga sulit diaktifkan.

"Selama ini kunjungan wisata ke Candi Borobudur masih terkendala oleh masalah akses. Kami ingin ada jalur kereta api dari Yogyakarta ke Magelang agar turis yang ingin ke Borobudur memiliki banyak pilihan transportasi," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai meninjau bekas jalur lama kereta api Yogyakarta-Magelang, Senin (7/11), di Yogyakarta.

Selama beberapa tahun ke depan, pemerintah ingin mengembangkan sektor pariwisata agar jumlah turis yang berkunjung ke Indonesia bertambah signifikan. Dengan demikian, devisa yang dihasilkan kian banyak.

Salah satu obyek wisata prioritas yang akan dikembangkan adalah Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Pemerintah ingin mempermudah akses ke obyek wisata itu antara lain dengan mengembangkan jalur kereta api.

Menurut Budi Karya, kereta tersebut, selain menghubungkan Yogyakarta-Magelang, juga akan terkoneksi dengan wilayah sekitar, yakni Kota Solo di Jawa Tengah. Kemudahan akses itu diyakini akan menjadi daya tarik tambahan yang bisa mendorong lebih banyak turis mengunjungi Borobudur.

Budi Karya menambahkan, pada masa lalu, jalur kereta api Yogyakarta-Magelang sebenarnya sudah ada. Dari Kota Yogyakarta, jalur itu mengarah ke utara melewati Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, lalu ke Magelang. Namun, jalur itu sudah lama mati karena terakhir kali dipakai tahun 1978.

Kini, sebagian besar rel di jalur lama Yogyakarta-Magelang itu sudah tertutup oleh bangunan dan jalan. Stasiun kereta api di jalur itu juga banyak yang sudah hilang atau beralih fungsi.

Bekas rel

Dalam kunjungan ke Yogyakarta, Budi Karya sempat meninjau bekas rel dan sarana perkeretaapian di jalur lama Yogyakarta-Magelang. Jalur itu adalah sisa rel di daerah Pingit, Kota Yogyakarta; bekas Stasiun Beran di Sleman, yang kini dipakai sebagai Markas Komando Rayon Militer Sleman; dan jembatan rel di daerah Pangukan, Sleman. Selain itu, Menhub juga sempat mengunjungi Stasiun Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

"Kita lihat sendiri bahwa reaktivasi (pengaktifan kembali) jalur lama Yogyakarta-Magelang tidak mudah karena akan ada masalah finansial dan sosial yang berat," katanya.

Pemerintah berencana membangun jalur baru kereta api Yogyakarta-Magelang melalui wilayah barat DIY. Jalur baru itu ditargetkan bisa dimulai tahun 2017 dan selesai 2019. "Anggaran untuk pembangunan jalur baru ini mungkin mencapai Rp 5 triliun-Rp 6 triliun," katanya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono menyatakan, ada kemungkinan jalur baru kereta api Yogyakarta-Magelang melalui Stasiun Sentolo di Kabupaten Kulon Progo. Jika rencana itu terealisasi, pemerintah tinggal membangun rel dari Stasiun Sentolo ke arah utara menuju Candi Borobudur karena saat ini sudah ada rel dari barat.

Menurut Prasetyo, ada kemungkinan jalur kereta api Sentolo-Borobudur dibangun di samping jalan raya dari Sentolo ke arah Candi Borobudur yang saat ini sudah ada. Ke depan, jalan raya itu akan diperlebar dan ditingkatkan statusnya dari jalan provinsi menjadi jalan nasional.

"Jika jadi dilakukan, pembebasan lahan untuk rel baru Yogyakarta-Magelang bisa dilakukan bersamaan dengan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan," ujarnya.

Dari Magelang dilaporkan, sejumlah rel dan sarana perkeretaapian di jalur lama Yogyakarta-Magelang sudah tidak ada. Bangunan Stasiun Blabak di Kelurahan Mungkid, Kabupaten Magelang, misalnya, sudah tidak ada dan di bekas lokasi stasiun itu kini berdiri warung soto.

"Bangunan stasiun sudah lama dirobohkan dan sejak 2010, didirikan bangunan baru yang kemudian dipakai berjualan soto," kata Imronah (45), pegawai warung soto itu. (HRS/EGI)

Sumber: Kompas | 8 November 2016

Berikan komentar.