TRP
Jalan Tol-2 Sekolah Direlokasi, 1 Dibongkar Sebagian
09 November 2016 \\ \\ 146

SEMARANG — Pembebasan lahan untuk Tol Semarang-Batang terus berlanjut di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dua gedung sekolah direlokasi dan satu bangunan sekolah dirobohkan sebagian untuk lahan jalan bebas hambatan itu.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna, di Semarang, Minggu (6/11), mengatakan, relokasi sekolah dibantu dinas pendidikan dan pelaksana pengadaan tanah daerah setempat. Dua sekolah di Ngaliyan yang harus direlokasi, yakni SDN Ngaliyan 2 di Kelurahan Purwoyoso dan SDN Tambakaji 3 di Kelurahan Tambakaji.

"Sekolah yang belum memiliki tempat relokasi harus dicarikan tempat sewa. Pembebasan lahan ditargetkan selesai bulan Desember 2016," kata Herry.

Sekolah lain yang terdampak proyek Tol Semarang-Batang, yakni SMPN 16 Semarang. Kabul Nugroho, salah satu anggota staf administrasi kesiswaan SMPN 16 Semarang, mengatakan, pihak sekolah telah menyepakati pembongkaran sebagian gedung. Bagian yang dirobohkan adalah bangunan samping kiri sekolah yang terdiri dari ruang guru, aula pertemuan, dan enam kelas. Meskipun demikian, waktu eksekusi belum dipastikan.

SMPN 16 Semarang memiliki 24 kelas dengan jumlah murid 808 orang. Kabul khawatir debu dari pembongkaran gedung dan pembangunan jalan tol berdampak terhadap aktivitas siswa. Suara dari alat berat juga berpotensi mengganggu proses belajar. "Namun, sudah disepakati sekolah tidak pindah meski hampir 40 persen bangunan dirobohkan," katanya.

Pembangunan Tol SemarangBatang sepanjang 74,14 kilometer ditargetkan selesai tahun 2018. Pembebasan lahan terbagi dalam lima seksi.

Sri (44), warga Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan, mengeluhkan besaran ganti rugi yang berbeda. Harga tanah per meter persegi ada yang di atas dan di bawah Rp 5 juta. Dia mengatakan, uang ganti rugi dihitung dari bangunan, luas lahan, dan jenis usaha.

Terkait dengan pembebasan lahan, Herry mengatakan, besaran ganti rugi bagi warga memang berbeda tergantung pada lokasi dan peruntukannya. Semakin dekat dengan Kota Semarang atau jalan raya, harga tanah semakin mahal. Biaya ganti rugi ditentukan dari hasil musyawarah antara pemilik dan pengelola. Biaya yang sudah dibayarkan untuk pembebasan lahan sekitar Rp 1,4 triliun dan total anggaran Rp 4,7 triliun. (KRN)

Sumber: Kompas | 7 November 2016

Berikan komentar.