TRP
Kampung Tematik Benahi Kawasan Urban
26 Oktober 2016 \\ \\ 77

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, mengembangkan konsep kampung tematik guna mengatasi daerah kumuh di wilayah itu. Restorasi kawasan urban berbasis keunikan potensi lokal itu diharapkan mampu membenahi lingkungan sekaligus mengangkat perekonomian setiap wilayah.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (25/10), di Semarang, mengatakan, program kampung tematik dinilai tepat menjadi salah satu solusi mengatasi kekumuhan di wilayah-wilayah urban. Bahkan, jika berkembang, bukan tidak mungkin dapat dijual sebagai destinasi wisata. "Namun, butuh keterlibatan masyarakat untuk membenahi lingkungan sekitar dan mengangkat potensi lokal kawasan," ujarnya.

Hendrar mengungkapkan, pengembangan kampung tematik telah dianggarkan melalui APBD Perubahan 2016 untuk 32 kelurahan. Menurut dia, kucuran bantuan untuk setiap kampung tematik sekitar Rp 200 juta sehingga tahun ini disiapkan anggaran sekitar Rp 6,4 miliar.

Sebanyak 32 kampung tematik itu diharapkan selesai akhir tahun sehingga dapat menjadi percontohan pengembangan kampung lain agar lebih indah, bagus, dan tertata. Hendi menyebutkan setidaknya ada beberapa kriteria kampung sebagai kawasan permukiman dinyatakan ideal, yakni kondisi infrastruktur jalan, lingkungan kampung, dan teduh.

Hendi meyakini, dari 16 kecamatan di Kota Semarang, setiap kawasan memiliki potensi lokal yang bisa dikembangkan. Beberapa di antaranya yang potensial dikembangkan, seperti kampung jamu dan obat herbal di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. Selain itu, ada kawasan sentra bandeng di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Semarang Utara. Tahun depan, Pemkot akan menambah 100 titik kampung tematik.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti mencontohkan, jika di suatu kecamatan banyak warga menjadi perajin batik, bisa juga akhirnya diusulkan sebagai kampung tematik dengan ciri khas produk batik. Bahkan, potensi tersebut bisa dikembangkan lebih luas dan menjadi semacam inkubator produk.

Sejumlah camat merespons positif program kampung tematik. Camat Semarang Utara Djaka Sukawiyana telah menyiapkan tema kampung kuliner di wilayahnya. Camat Semarang Barat M Khadik menyatakan telah mendata sejumlah potensi di setiap kelurahan untuk dipilih sebagai kampung tematik. (GRE)

Sumber: kompas | 26 Oktober 2016

Berikan komentar.