TRP
Hanya Tanggul Fase A yang Dianjurkan
03 Oktober 2016 \\ \\ 225

JAKARTA — Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane terus melaksanakan pembangunan tanggul fase A yang masuk dalam proyek Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Nasional. Saat ini, pembangunan tanggul di Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, sudah mencapai 140 meter dari target 2,3 kilometer. Sementara di Muara Baru, Penjaringan, 75 meter dari 2,2 kilometer. Proyek dilaksanakan sejak 2015. Total tanggul nantinya sepanjang 62 km, 18 km di antaranya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan DKI Jakarta. Sisanya ditangani swasta.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Teuku Iskandar mengatakan, Bappenas tengah mengkaji kontrak tertulis kesepakatan pembagian pembangunan antara pemerintah dan swasta. Pemerintah akan mengatur regulasi tentang kewajiban kontribusi tambahan dari swasta yang mengajukan izin reklamasi tersebut. Regulasi itu bisa diatur dalam peraturan gubernur DKI Jakarta. ”Sekarang sedang digodok payung hukumnya soal kewajiban dari pihak swasta,” kata Iskandar.

Terkait tanggul fase A, proyek itu dilakukan untuk mengatasi ancaman banjir akibat pasang surut air laut (rob) dan luapan air sungai di Jakarta Utara. Risiko banjir itu diperparah kondisi penurunan muka tanah 7,5 cm-10 cm per tahun. Saat ini, bagian utara Jakarta berada pada 2-3 meter di bawah permukaan laut.

Butuh restorasi

Pemerintah menargetkan pembangunan sembilan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dengan sistem terpusat hingga 2022. Estimasi anggaran pada 2012 mencapai Rp 43 triliun. Dirut PD PAL Jaya Subekti mengatakan, ke-9 IPAL ini bisa meningkatkan pengelolaan limbah hingga 65 persen. Saat ini area pengelolaan dan cakupan layanan penduduk sekitar 7 persen. ”Instalasi itu harus diselesaikan, mengikuti proyek NCICD. Kalau tidak, bisa repot. Teluk Jakarta akan jadi kubangan besar,” ucap Subekti.

Dalam rencana awal NCICD, pembangunan tanggul di pesisir dan penataan sanitasi merupakan bagian dari fase A dan reklamasi 17 pulau merupakan fase B dan tanggul laut fase C. Sebelum fase A selesai, pulau reklamasi mulai dibangun.

Teluk Jakarta butuh restorasi ekologi, bukan reklamasi. Bagian dari restorasi adalah pengolahan limbah, sanitasi air, dan prioritas dinding untuk wilayah yang mengalami penurunan tanah ekstrem. Ini sebenarnya masuk dalam fase A,” kata Alan Koropitan, Koordinator Bidang Kajian Strategis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Minggu (18/9). (DEA/AIK/JAL)

Sumber: Kompas | 1 Oktober 2016

Berikan komentar.