TRP
Lintas Selatan Jadi Prioritas
27 September 2016 \\ \\ 156

Pemerintah Berencana Menarik Pinjaman Rp 2,96 Triliun

JAKARTA — Pembangunan jalan lintas pantai selatan menjadi prioritas pemerintah. Untuk pembangunan ini, pada 2017 pemerintah menganggarkan Rp 650 miliar dan berencana menarik pinjaman dari Bank Pembangunan Islam senilai Rp 2,96 triliun atau 219 juta dollar AS.

"Kalau jalan lintas pantai selatan sudah tersambung, pembangunan akan lebih cepat dan jalur distribusi juga akan terpecah. Suatu saat, jalur lintas pantai utara akan jenuh meski sekarang sudah ada tol," kata Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Achmad Gani Ghazaly Akman, akhir pekan lalu, di Jakarta.

Panjang total jalan lintas pantai selatan (pansela) adalah 1.604 kilometer yang membentang dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur. Dari jumlah itu, jalan lintas pansela di Banten sepanjang 125 km dan di Jawa Barat sepanjang 417 km telah seluruhnya tersambung. Adapun di Jawa Tengah yang belum tersambung sepanjang 103 km dari 216 km, di DI Yogyakarta yang belum tersambung sepanjang 56 km dari total 121,7 km; dan di Jatim yang belum tersambung 269 km dari total 673,79 km. Dengan demikian, total masih terdapat 455 km jalan lintas pansela yang belum tersambung.

Jalan kecil

Gani mengatakan, sebagian jalur untuk jalan lintas pansela di Jateng dan DI Yogyarakta telah ada, tetapi masih berupa jalan kecil atau jalan desa. Maka, sebagian pembangunan di sana akan menyesuaikan dengan jalur yang ada selain membangun jalan baru. Salah satu jalan lintas pansela di DI Yogyakarta diarahkan untuk mendukung akses ke bandara baru di Kabupaten Kulon Progo. "Kalau di Jatim semua jalurnya baru," ujar Gani.

Anggaran sebesar Rp 650 miliar pada 2017, lanjut Gani, akan digunakan untuk pemeliharaan jalan lintas pansela di Banten dan Jabar. Selain itu, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun 8,5 km di Jateng, 7 km di DI Yogyakarta, dan 29,5 km di Jatim. Selain itu, pinjaman dari Bank Pembangunan Islam (IDB) Rp 2,96 triliun yang direncanakan dapat cair pada 2017 tersebut akan digunakan untuk membangun 158 km, baik di Jateng (15 km), DI Yogyakarta (12,25 km), maupun di Jatim (136,6 km).

Kesiapan lahan

Menurut Gani, pembangunan jalan lintas pansela juga tergantung dari kesiapan lahan. Hingga 2016, luas lahan untuk jalan lintas pansela di Jateng yang belum bebas sepanjang 28,72 km (setara 71,80 hektar), di DI Yogyakarta sepanjang 43,13 km (setara 107,83 hektar), dan di Jatim sepanjang 123,54 km (setara 308,85 hektar). "Kalau sudah bebas, akan segera dibangun. Kualitas jalannya ada yang berupa aspal, ada yang beton," ujar Gani.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, terbangunnya infrastruktur jalan akan serta-merta meningkatkan konektivitas. Mobilitas orang akan semakin cepat dan mudah. "Yang perlu dibangun adalah konektivitas secara keseluruhan. Jadi, tidak hanya memudahkan manusia, tetapi terlebih agar biaya logistik semakin murah sehingga daya saing kita naik," ujar Enny.

Menurut Enny, jika yang disasar adalah daya saing, konektivitas harus tersambung pelabuhan. Dengan demikian, produk dari industri manufaktur semakin mudah untuk dibawa ke sejumlah daerah atau negara. Enny mencontohkan, di Malaysia, industri manufaktur berada di tepi pantai dan terintegrasi dengan pelabuhan. (NAD)

Sumber: Kompas | 26 September 2016

Berikan komentar.