TRP
Korea Selatan Kaji Tujuh Bendungan
27 September 2016 \\ \\ 284

JAKARTA — Kajian tujuh bendungan yang menurut rencana dibangun hingga 2019 akan dibiayai Korea Selatan. Setelah melakukan kajian, Korea Selatan diharapkan melanjutkan dengan membiayai konstruksi bendungan tersebut. Saat ini, Korea Selatan telah memberi pinjaman untuk pembangunan Bendungan Karian, Banten.

"Kami sedang membicarakan jumlah pinjamannya. Yang jelas, ini sudah disetujui Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Kementerian Keuangan, dan pihak Korea melalui EDCF (Economic Development Cooperation Fund)," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso, Jumat (23/9), di Jakarta.

Kajian bendungan meliputi desain bendungan dan hal-hal teknis terkait pembangunan bendungan tersebut. Bendungan tersebut antara lain Muara Juloi, Kalimantan Tengah; Waeapo di Pulau Buru, Maluku; Matenggeng di Cilacap, Jawa Tengah; dan Bener di Ponorogo, Jawa Timur. Tiga bendungan lain akan dibangun di Papua, yakni Bendungan Digul, Baliem, dan Mamberamo.

Menurut Imam, sebelumnya pihak Korea menawarkan pinjaman yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Indonesia. Kemudian, pihaknya meminta agar pinjaman tersebut digunakan untuk mengkaji tujuh bendungan tersebut. Sebab, kondisi geografis tujuh bendungan tersebut dinilai sulit sehingga memerlukan keahlian dan usaha khusus.

"Mungkin setelah mengkaji desain tujuh bendungan tersebut, mereka (Korea Selatan) tertarik juga untuk membiayai pembangunannya. Untuk mengkaji desain tujuh bendungan itu, akan dilakukan kerja sama antara konsultan dari Korea Selatan dan konsultan dari Indonesia," ujar Imam.

Saat ini, pinjaman dari Korea Selatan digunakan untuk membangun Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, dengan nilai pinjaman 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun. Selain berfungsi untuk sumber irigasi, bendungan yang dimulai pembangunannya tahun lalu itu akan difungsikan sebagai penyedia air baku untuk Serang dan Jakarta dengan total debit air 16,6 meter kubik per detik.

Bendungan kering

Imam mengatakan, pihaknya tengah melelang pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi. "Keduanya adalah bendungan kering yang akan dibangun di Indonesia untuk pertama kalinya," ucap Imam.

Tujuan utama pembangunan kedua bendungan kering itu bukan untuk irigasi atau listrik, melainkan menahan air ketika musim hujan. Kedua bendungan tersebut merupakan infrastruktur yang dibangun untuk menangani banjir di Jakarta, selain normalisasi Sungai Ciliwung dan sodetan ke Kanal Banjir Timur. Dengan adanya kedua bendungan tersebut, air yang mengalir melalui Sungai Ciliwung akan tertahan sekitar 13 persen.

Secara terpisah, Kepala Bidang Investasi Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Sudiro Roi Santoso mengatakan, hingga saat ini, komitmen dana talangan dari badan usaha mencapai Rp 28,3 triliun. "Penyaluran dana talangan untuk pembebasan lahan jalan tol sampai saat ini mencapai Rp 3,11 triliun," kata Roi. (NAD)

Sumber: Kompas | 24 September 2016

Berikan komentar.