TRP
BNPB Sebut Penyebab Banjir Bandang di Garut karena Buruknya Sungai Cimanuk
22 September 2016 \\ \\ 216

Jakarta - BNPB melihat banjir bandang akibat luapan Sungai Cimanuk di Garut Jawa Barat diakibatkan rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS). Ditambah lagi curah hujan tinggi yang melanda di 5 Kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

"Kejadian ini potret buruk aliran hulu Cimanuk, jadi Sungai Cimanuk sudah cukup lama semenjak tahun 1980 dinyatakan sebagai DAS kritis. Sehingga setiap terjadi hujan selalu menimbulkan banjir dan longsor," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB Sutopo Nugroho Purwo dalam konferensi pers di kantornya, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (21/9/2016).

"Dan tadi malam terjadi hujan cukup lebat dan merata di 5 kabupaten lainnya di Garut, Sumedang, Kuningan, Tasikmalaya, dan Cianjur. Memang yang paling parah di Garut," bebernya.

Sutopo mengatakan rusaknya DAS Sungai Cimanuk dilihat dari parameter Kohefisien Rezim Sungai (KRS). Di mana paramater KRS Cimanuk rumahnya telah di atas batas normal.

"Kohefisien Rezim Sungai itu adalah perbandingan debit maksimum pada saat banjir dibanding dengan minimum, pada saat tidak terjadi banjir. Suatu DAS dinyatakan buruk, jika Kohefisien Rezim Sungai itu lebih besar dari 80 sedangkan KRS cimanuk itu 713," bebernya.

Sutopo mengatakan kerusakan DAS Sungai Cimanuk terlihat ketika hujan lebat yang menyebabkan air pasang meluber hingga ke permukaan. Sehingga menimbulkan banjir bandang ke pemukiman penduduk.

"Puncaknya pukul 01.00 WIB, dini hari terjadi banjir bandang yang melanda di 7 kecamatan, kemudian pagi tadi air sudah surut ini menujukan DAS Cimanuk sudah kritis, sudah rusak. Ketika hujan membuat banjir begitu besar, tetapi setelah hujan selesai langsung surut begitu cepat. Ini menunjukan kerusakan begitu masive di DAS Cimanuk," pungkasnya. (edo/rvk)

Sumber: detik.com | 21 September 2016

Berikan komentar.