TRP
Teluk Jakarta - Pemerintah Mulai Bangun Tanggul Laut
19 September 2016 \\ \\ 217

JAKARTA — Pembangunan tanggul laut fase A oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane dan Dinas Tata Air DKI Jakarta mulai berjalan. Tanggul laut yang menjadi bagian dari Pembangunan Kawasan Pesisir Terpadu Ibu Kota Nasional (National Capital Integrated Coastal Development) itu sempat mengalami perubahan lebar.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan, Sabtu (17/9), mengatakan, pembangunan tanggul laut dan muara laut fase A menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Pemprov DKI Jakarta, dan pihak swasta. Untuk tanggul yang jadi tanggung jawab Pemprov, Dinas Tata Air membangun tanggul di subaliran barat (Kamal Muara), aliran tengah (Kali Adem), dan aliran timur (Kali Blencong).

Tanggul di Kali Adem sudah mencapai 30 persen, yaitu pembangunan dengan sheet pile dan spun pile (tiang pancang berbentuk bulat). "Yang di sekitar Pasar Ikan sudah 30 persen. Lalu untuk di titik Blencong sedang mobilisasi alat berat. Sementara di Kamal Muara tengah dilakukan sosialisasi," ujar Teguh.

Lebar tanggul muara sungai mengalami perubahan dari 13 meter-18 meter jadi 3 meter.

"Kalau sesuai rencana semula 13 meter, berapa banyak rumah yang harus dibebaskan? Itu sebabnya rencana semula berubah. Selain itu juga faktor keterlambatan lelang oleh Badan Pengadaan Barang dan Jasa DKI," ujar Teguh.

Pemerintah 25 persen

Jumat lalu, Kepala BBWSCC Teuku Iskandar mengatakan, tanggul laut fase A dibagi dua, yaitu tanggul laut sepanjang 62,632 km dan tanggul muara sungai sepanjang 57,644 km.

Dari panjang tanggul itu, ada kesepakatan 25 persennya dibangun oleh pemerintah, yaitu BBWSCC dan Pemprov DKI Jakarta. Sisanya, 75 persen, dibangun pihak swasta.

BBWSCC tengah mengerjakan tanggul laut di wilayah Kali Baru dan Muara Baru. Sampai April 2017 ditargetkan terbangun 4,5 km tanggul laut. "Saat ini baru pemancangan tiang di 60 titik di Kali Baru," ujar Iskandar.

Tanggul laut yang dibangun BBWSCC memiliki lebar 5 meter. Dalam tanggul dari dasar laut 4 meter-6 meter. Tinggi tanggul di atas air laut 1,1 meter.

Kemarin, tiang pancang dengan diameter 1,2 meter sudah ditancapkan ke dalam laut di wilayah Muara Baru. Saat ini, 40 tiang terpasang sepanjang sekitar 50 meter. Tiap-tiap tiang setinggi 24 meter.

Ahmad Hadi dari humas proyek tanggul laut ini menyampaikan, tanggul akan dibangun sepanjang 1,8 kilometer. Dari desain gambar, tanggul di wilayah ini akan menutup sebagian laut yang menjorok ke daratan. Pembangunan mulai dari tengah, melanjutkan tanggul sepanjang 75 meter yang telah terbangun 2014. Dari bagian tengah lalu berbelok ke arah kanan hingga ke ujung teluk. "Tanggul dikerjakan selama 882 hari kerja, terhitung dari November 2015," ucap Hadi.

Di Muara Baru, tanggul laut menahan limpasan saat air pasang. Tanggul yang ada saat ini tak cukup tinggi dan mengalami rembesan di sejumlah titik.

Sementara sejumlah nelayan khawatir tak dapat melaut saat tanggul selesai. Sebab, mereka tidak memiliki tempat sandar kapal dan harus memutar lebih jauh untuk ke laut. (JAL/HLN)

Sumber: Kompas | 19 September 2016

Berikan komentar.