TRP
Ancaman terhadap Subak Kian Besar
19 September 2016 \\ \\ 170

JAKARTA — Ancaman terhadap kelestarian subak di Bali kian besar. Setiap tahun, sekitar 750 hektar area sawah di pulau ini beralih fungsi. Ancaman terhadap kelestarian subak ini, selain didorong oleh alih fungsi lahan, juga dipicu tingginya Pajak Bumi dan Bangunan serta berkurangnya pasokan air.

Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana, Bali, I Wayan Windia mengatakan, kondisi subak secara umum sangat memprihatinkan. "Ada banyak kasus investor membeli lahan sawah dan menutup saluran irigasi menuju daerah hilir. Akibatnya, para petani di hilir kekurangan air," kata Windia, Jumat (16/9), saat dihubungi dari Jakarta.

Akibatnya, lambat laun petani di daerah hilir menjual tanah mereka. "Luas area subak sekarang tinggal 78.000 hektar," katanya.

Ia menuturkan, penentuan nilai pajak tanah berdasarkan pada nilai jual obyek pajak membuat banyak area sawah dijual. Dengan sistem ini, kian mahal harga tanah, nilai pajaknya juga makin besar. "Hal ini menyulitkan petani. Karena tak mampu membayar pajak, mereka akhirnya melepas lahan," ucap Windia.

Eksploitasi besar-besaran

Persoalan serius lain dalam upaya pelestarian subak adalah eksploitasi besar-besaran terhadap air, baik untuk kebutuhan air minum maupun pariwisata. Polusi plastik dan sampah turut memperparah kerusakan subak.

"Di beberapa tempat, warga bisa membentengi diri dengan awig-awig, yaitu aturan yang melarang penjualan tanah di luar kepentingan pertanian. Ada beberapa subak yang sudah menerapkan ini, seperti Subak Sembung di Denpasar dan Subak Lodtunduh di Gianyar," kata Windia.

Subak yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO akan dikunjungi peserta pada pembukaan World Culture Forum 2016, Oktober mendatang. "Subak menjadi kebanggaan internasional yang secara aktual tengah mengalami krisis. Melalui subak, peserta akan masuk dalam kegiatan simposium," ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid. (ABK)

Sumber: Kompas | 17 September 2016

Berikan komentar.