TRP
Audit Tata Ruang Perlu Peran Semua Pihak
13 September 2016 \\ \\ 178

Gedung Komersial Langgar IMB

JAKARTA — Sedikitnya dua hotel dan satu kompleks pertokoan di Kemang, Jakarta Selatan, diduga melanggar garis sempadan sungai Kali Krukut. Jika terbukti, pemilik dan pengelola gedung-gedung ini akan diminta untuk membongkar bangunan yang melanggar tersebut.

Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengatakan, gedung-gedung komersial di Kemang tersebut diduga melanggar izin mendirikan bangunan (IMB). ”Penerbitan IMB sendiri sudah benar, tetapi gedung yang dibangun menyalahi IMB tersebut,” katanya, Jumat (9/9).

Menurut Tri, kasus yang banyak terjadi adalah pemilik atau pengelola gedung-gedung komersial itu memagari lahan yang berbatasan dengan Kali Krukut hingga melebihi garis sempadan sungai. Dinding-dinding tersebut berfungsi sebagai pagar untuk melindungi aset mereka.

Seperti terlihat di lapangan, rata-rata bagian belakang gedung-gedung tersebut masih lahan kosong. Namun, pagar tembok membuat akses ke Kali Krukut tertutup.

Selain itu, di sejumlah kawasan, banyak rumah warga yang dibangun langsung di bantaran Kali Krukut tanpa menyisakan lahan. Kondisi ini banyak terlihat di Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta jajarannya untuk membongkar bangunan yang melanggar aturan dan meningkatkan daya tampung sungai. ”Pokoknya, jika tak ada izin atau melanggar, bongkar saja. Namun, kalau ada sertifikat agak susah, kami tak bisa sembarangan,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Menurut Basuki, kekacauan tata ruang di Jakarta Selatan berlangsung sejak lama. Kawasan resapan berubah menjadi area komersial dan permukiman. Oleh karena itu, Basuki memastikan, pihaknya akan mengembalikan fungsi daerah aliran sungai Krukut menjadi seperti semula

”Kami mau kembalikan lebar Kali Krukut ke lebar semula, 20 meter,” tegasnya.

Pendataan atau inventarisasi atas bangunan-bangunan yang ada di kanan-kiri kali dilakukan untuk memperjelas bangunan mana yang melanggar.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Teuku Iskandar, Kamis (8/9), mengemukakan, normalisasi wilayah Kali Krukut di Jakarta Selatan sudah dilakukan di beberapa titik, seperti di area sekitar Jembatan Rengas hingga wilayah Kebalen. ”Panjang kali yang sudah dinormalisasi lebih dari 600 meter,” ujar Iskandar.

Dari pendataan, wilayah paling parah terdampak luapan Kali Krukut adalah Kebalen, Kemang, Benda, Petogogan, Pulau Raya, sampai ke Pondok Labu. Total sepanjang 10 kilometer.

Audit tata ruang

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, kemarin, menyatakan, penataan ulang kawasan Kemang memerlukan audit tata ruang. Setelah merangkul kalangan perguruan tinggi dan pegiat tata ruang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai perlu mengajak komunitas warga dan pengembang untuk membahas rencana penataan ini.

”Hasil audit tata ruang akan menjadi masukan dalam revisi rencana detail tata ruang dan peratusan zonasi tahun 2019. Secara teknis sudah ada beberapa pertimbangan yang diusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta terkait hal itu,” ujarnya.

Kepala Dinas Penataan Kota DKI Benny Agus Chandra menambahkan, Jumat kemarin sudah ada pertemuan awal antara Pemprov DKI dan perkumpulan keluarga Kemang. ”Mereka menyambut positif perlunya kerja sama antara masyarakat, pemilik bangunan, pengembang besar, dan pemerintah dalam penanggulangan banjir Kemang,” ujar Benny. (HLN/IRE/MKN)

Sumber: Kompas | 10 September 2016

Berikan komentar.