TRP
Melawan Mafia Tanah, BPN dan Ahok Segera Petakan Wilayah Jakarta
09 September 2016 \\ \\ 158

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendatangi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil dan mengadakan rapat tertutup. Keduanya menyusun strategi melawan mafia tanah di Jakarta, yakni lewat pemetaan wilayah di seluruh Jakarta.

"Kalau masalah mafia tanah, tentu kita perbaiki sistem dulu," kata Sofyan usai rapat tertutup bersama Ahok di Kantor Kementerian ATT/BPN, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2016).

Masalah pemetaan wilayah adalah sebab penting yang membuat mafia tanah beroperasi. Pemetaan lahan yang semrawut dan tak sinergis tentu menjadi wahana manipulasi.

"Itu yang menyebabkan mafia tanah bergerak secara leluasa. Kita akan petakan seluruh wilayah Jakarta. Tanah itu akan ketahuan statusnya, tanah sengketa, hak siapa, milik siapa, kita akan tahu," tutur Sofyan.

Sekretaris Jenderal Kementerian ATN/BPN M Noor Marzuki menyatakan pemetaan per kelurahan untuk keseluruhan Jakarta akan dimulai bulan ini juga. Soal masalah sengketa lahan, dia memandang faktornya juga karena tanah aset tidak diawasi. Faktor ini yang juga menjadi akar masalah dari kasus lahan Pemprov DKI di Grogol Utara Jakarta Selatan yang dijual oknum.

"Umumnya timbulnya masalah itu karena tanah tidak dimanfaatkan. Tidak ada yang mengawasi kepemilikan tanah di tempat. Itulah awal timbulnya masalah," kata Noor Marzuki.

Ahok menambahkan, peran lurah sebagai 'estate manager' akan membantu pemetaan tanah. Tanah telantar yang rawan menjadi sengketa perlu segera dicocokkan pemetaannya dengan BPN. Ada 20,64 persen atau 292.655 bidang tanah yang belum terdaftar atau bersertifikat.

Pemetaan ini akan dibuat selaras antara data Pemprov DKI dengan BPN. "Jika tata ruang sinkron, tidak terjadi lagi orang kaget ada wilayah komersil jadi jalur hijau," kata Ahok. (dnu/Hbb)

Sumber: detik.com | 11 Agustus 2016

Berikan komentar.