TRP
Pembangunan JORR 2 Tunggu Kesiapan Lahan
08 September 2016 \\ \\ 995

JAKARTA — Pembangunan fisik proyek Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) 2 menunggu kesiapan lahan yang masih dalam proses pembebasan. Karena itu, pengadaan tanah untuk tol yang menghubungkan Tangerang-Tangerang Selatan-Depok-Bogor-Bekasi ini terus dikejar, terutama setelah dana talangan tersedia.

Kepala Badan Pengelola Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna, Selasa (6/9), mengatakan, kemajuan pembangunan fisik yang sudah berjalan adalah ruas Cimanggis-Cibitung (3,21 persen), Depok-Antasari (10,76 persen), dan Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (28,25 persen). Sementara ruas Cinere-Jagorawi masih menunggu kesiapan lahan lanjutan setelah seksi I Cisalak-Jagorawi beroperasi.

"Yang lain memang masih belum memungkinkan memulai pekerjaan fisik. Yang memungkinkan siap dalam waktu dekat adalah Serpong-Kunciran yang pembebasan lahannya sudah hampir 30 persen," ujar Herry.

Ruas lain, yaitu Cengkareng-Kunciran, Serpong-Cinere, Cibitung-Cilincing, dan Serpong-Balaraja, progres pembebasan lahannya masih di bawah 20 persen.

Sebelumnya, pengadaan tanah sempat terganjal persoalan anggaran sehingga tanah-tanah warga yang telah didata tidak dapat dibayarkan. Namun, kini, setelah ada dana talangan Rp 22,648 triliun untuk pembebasan lahan tol di sejumlah daerah, Herry memastikan proses ke depan akan lebih lancar.

"Memang ada sedikit kendala soal kepercayaan karena dulu tanah yang seharusnya tinggal dibayarkan tidak jadi dibayarkan. Tetapi, sekarang kami gerak cepat. Daerah-daerah juga tentunya menginginkan jalan tol ini cepat selesai sehingga daerah di seputar Jakarta dapat saling terhubung dan kepadatan di jalan tol yang ada saat ini bisa berkurang," tuturnya.

Herry mengemukakan, saat ini banyak pengguna tol yang sebenarnya tidak ada kepentingan di dalam kota, tetapi harus melalui dalam kota sehingga menimbulkan kemacetan luar biasa. Ditargetkan, tahun 2019 seluruh ruas tol di JORR 2 tersambung sehingga kepadatan kendaraan di Jakarta dapat terurai.

Sekalipun belum seluruh lahan siap, lanjut Herry, pekerjaan fisik terus berjalan. Pembangunan simpang susun juga didahulukan di atas tol yang saat ini ada.

Secara terpisah, Sekretaris Pengadaan Tanah Tol Cinere-Serpong dan Serpong-Kunciran M Gholib Syaifudin mengatakan, di ruas Kunciran-Serpong sudah ada 940 bidang tanah yang sudah dibebaskan dari kebutuhan 2.164 bidang. "Dana yang dikeluarkan sudah mencapai Rp 936,87 miliar. Sisanya masih terus berjalan, sosialisasi, pengumuman," kata Gholib.

Kesulitan yang muncul sejauh ini adalah banyaknya bidang tanah yang belum bersertifikat sehingga dibutuhkan keterangan sejarah kepemilikan tanah dari kelurahan setempat. Kenyataannya, ujar Gholib, banyak warga malah kesulitan mendapatkan keterangan tersebut dari kelurahan.

Sementara itu, untuk ruas Cinere-Serpong, lahan yang sudah dibebaskan baru 177 bidang dari kebutuhan 1.899 bidang. Sisanya saat ini masih dalam tahap perbaikan, yaitu di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang.

"Untuk tahap perbaikan ini, banyak warga yang mengajukan keberatan atas hasil pengukuran kami (BPN) karena kami mengukur berdasarkan patok tanah, bukan mengacu pada akta jual-beli atau girik yang luasannya tidak akurat," ujar Gholib. (UTI)

Sumber: Kompas | 7 September 2016

Berikan komentar.