TRP
Rencana Waduk Ciawi - Warga Berharap Kepastian Pembangunan
05 September 2016 \\ \\ 257

BOGOR — Warga desa yang terkena proyek pembangunan Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi di Kabupaten Bogor berharap segera mendapat kejelasan rencana pemerintah membeli lahan mereka. Mereka juga berharap nama Waduk Ciawi diganti menjadi Waduk Cipayung atau Megamendung karena letak waduk di Kecamatan Megamendung, bukan di Ciawi.

Sekretaris Desa Cipayung Suherman menuturkan, ”selentingan” akan dibangun Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi sudah didengar masyarakat sejak 2010. Namun, baru tahun 2015 ada pemberitahuan resmi dari pemerintah daerah, provinsi, ataupun pusat akan rencana pembangunan tersebut.

”Pada tahun itu pula sosialisasinya kepada masyarakat dilaksanakan. Seingat kami, paling tidak ada lima kali, baik itu di kantor kecamatan maupun di tiap-tiap kantor desa. Warga kami yang terdampak hadir. Nah, dua bulan lalu keluar surat izin lokasinya,” papar Suherman saat di temui di kantor Desa Cipayung, Jalan Raya Puncak Km 75, Megamendung, Jumat (2/9).

Di aula kantor desa itu di papan pengumumannya terpampang peta lokasi Waduk Ciawi (Cipayung), lengkap dengan detail data rumah ataupun bangunan yang akan terendam air waduk dan menjadi bantar waduk. Peta tersebut bagian dari Surat Keputusan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Pemprov Jawa Barat nomor 590/05/14.1.20.0/BPMT/2016 yang ditandatangani Kepala BPMT Pemprov Jabar Dadang Mohamad pada 21 Juni 2016.

Surat keputusan (SK) itu tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Lahan untuk Pembangunan Waduk Ciawi (Cipayung) dan Waduk Sukamahi. Dalam SK itu tertera, izin lokasi ditetapkan, antara lain, karena adanya surat permohonan penetapan lahan waduk dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane bernomor Um.03.02AY/124 bertanggal 15 Juni 2016 dan surat Setda Provinsi Jabar tentang tahapan persiapan pengadaan tanah untuk dua waduk tersebut bertanggal 14 Juni 2016.

Penetapan lokasi waduk juga atas dasar adanya risalah rekomendasi dari rapat tim teknis pemanfaatan dan kelompok kerja pengendalian pemanfaatan ruang badan koordinasi penataan ruang daerah Provinsi Jabar bernomor 650/006/BKPRD/2016 tanggal 16 Juni 2016.

Dari SK Kepala BPMT Provinsi Jabar tersebut juga diungkapkan luas lahan yang dibutuhkan untuk Waduk Ciawi (Cipayung) sebesar 78,70 hektar. Lahan seluas itu berada di lima desa, yakni Desa Cipayung, Gadog, Sukakarya, Sukamahi, dan Sukamaju, yang semuanya di Kecamatan Megamendung. Waduk Sukamahi membutuhkan lahan seluas 46,56 hektar di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua.

Ganti untung

Menurut Suherman, selain warga Desa Cipayung, empat warga desa lainnya di Megamendung, yang juga akan terkena proyek pembangunan Waduk Ciawi, sudah mengetahui dan paham akan adanya waduk tersebut. Sekarang, lanjutnya, mereka menunggu kepastian kapan pelaksanaan pembayaran ganti untung atas tanah mereka.

Menurut Lili Mulyana (52), Ketua RT 003 RW 002 Kampung Cipayung, Desa Cipayung, di RT-nya ada delapan keluarga yang akan terkena proyek Waduk Ciawi. Ia berharap segera ada tim appraisal pemerintah yang turun memberikan penjelasan nilai ganti untung kepada warga.

Dia menegaskan, warga sadar akan perlunya pembangunan waduk itu dan berharap, dalam dua tahun ini, semua beres tuntas, sebagaimana masa berlaku SK penetapan atau izin lokasi dua waduk tersebut. Warga tidak berpikir membuat kelompok-kelompok atau paguyuban untuk menekan pemerintah ataupun pasang harga yang diinginkan. Alasannya, mereka khawatir malah akan ditunggangi kepentingan-kepentingan lain yang aneh-aneh. Warga hanya ingin bisa punya rumah lagi yang layak setelah tergusur. (RTS/C04)

Sumber: Kompas | 3 September 2016

Berikan komentar.