TRP
Normalisasi Kali Krukut - Pengerukan Selesai dalam Tiga Pekan ke Depan
31 Agustus 2016 \\ \\ 161

JAKARTA — Dinas Tata Air DKI Jakarta dan Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan melakukan persiapan pengerukan Kali Krukut, Jakarta Selatan, Selasa (30/8). Pengerukan ditargetkan rampung dalam tiga pekan.

Selasa siang, setidaknya 10 petugas gabungan Satgas Dinas Tata Air DKI dan Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan membangun bronjong. Kepala Seksi Pemeliharaan Sistem Pengendali Banjir Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan Yudo Widiatmoko mengatakan, bronjong dibangun sebagai antisipasi jika permukaan air Kali Krukut naik saat hujan deras.

”Ini solusi sementara karena bronjong bisa dibangun dalam dua hingga tiga hari,” ujar Yudo.

Menurut Yudo, pengerukan Kali Krukut di Jalan Taman Kemang dimulai hari Rabu (31/8).

Satu ekskavator tambahan, satu crane, dan lima truk pengangkut lumpur akan didatangkan pada Rabu dini hari. Menurut rencana, Kali Krukut akan dikeruk dari kedalaman awal 1,5 meter menjadi 3 meter hingga 4 meter.

Camat Mampang Prapatan Asril Rizal menegaskan, Kali Krukut sangat mendesak dinormalisasi. ”Lebar Kali Krukut sekarang kurang dari 10 meter, idealnya 20 meter,” ujar Asril.

Tiga hari terendam

Secara terpisah, banjir akibat luapan Waduk Rawa Babon sudah tiga hari terakhir ini merendam 38 rumah di tiga RT di RW 008, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Banjir sulit surut karena aliran air dari waduk ke saluran pembuangan belum maksimal sehingga pintu air waduk itu pun dijebol.

Menurut sejumlah warga, air sudah mulai surut, tetapi sedikit sekali, hanya turun sekitar 30 sentimeter. Surutnya banjir setelah pintu air Waduk Rawa Babon dijebol. Pintu air tersebut sudah empat bulan tidak berfungsi.

Ketua RW 008 M Deddy Dwi Harmanto mengatakan, banjir tidak cepat surut karena permukaan air waduk masih tinggi sehingga saluran yang bermuara ke waduk belum bisa mengalir.

Banjir ini pun mulai menyebabkan sebagian warga menderita diare dan pusing. Petugas puskesmas keliling sudah aktif melayani warga.

Hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya terus turun dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, tiga hari terakhir curah hujan baru kategori sedang hingga lebat. Sabtu lalu, misalnya, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tercatat paling tinggi 88,5 milimeter per hari.

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Dodo Gunawan menyampaikan, potensi terjadinya hujan ekstrem atau sangat ekstrem relatif kecil karena masih peralihan ke musim hujan yang sebenarnya. Namun, dampak dari pergerakan angin yang cukup kencang perlu diwaspadai. Potensi pohon tumbang di sejumlah ruas jalan bisa tidak terelakkan. (MDN/JAL/C04)

Sumber: Kompas | 31 Agustus 2016

Berikan komentar.