TRP
Sengketa Tanah - Warga Tolak Pembangunan Rusun TNI AU
05 Agustus 2016 \\ \\ 154

MEDAN — Sekitar 100 warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Medan, Sumatera Utara, memblokir Jalan Adi Sucipto, Rabu (3/8). Mereka menolak pembangunan rumah susun sewa oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Pertahanan di lahan sengketa.

Wakil Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo Nurasiah Nasution mengatakan, unjuk rasa itu spontan terjadi setelah warga melihat sejumlah pasukan TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Soewondo memasang spanduk di tanah yang disengketakan, Rabu pagi. "Kami emosi karena mereka langsung memasang spanduk rencana pembangunan rusun di sana," katanya.

Setelah pemasangan spanduk itu, ratusan warga langsung berkumpul dan memblokir jalan. Beberapa warga menurunkan spanduk itu. Warga pun bertahan di jalan dan membakar ban sehingga Jalan Adi Sucipto tidak bisa dilewati kendaraan.

Menurut Nurasiah, Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan tentang kepemilikan tanah itu pada 1995. "Melalui putusan Nomor 229 K/BDP/1995, Mahkamah Agung menyatakan tanah seluas 260 hektar itu milik warga, bukan TNI AU," katanya.

Nurasiah mengatakan, saat ini warga yang tinggal di lahan itu sekitar 5.300 keluarga atau sekitar 36.000 jiwa. Setiap keluarga yang mendiami tanah itu, katanya, mempunyai surat keterangan kepemilikan dari camat.

!Sejak dikeluarkannya putusan Mahkamah Agung tahun 1995, sengketa ini tak kunjung usai. Berbagai mediasi yang telah dilakukan tidak membuahkan hasil," katanya.

Erwin Nasution, warga Kelurahan Sari Rejo, mengatakan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung dan surat keterangan dari camat setempat, ia sudah mengurus sertifikat hak milik ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun, BPN belum mengeluarkan sertifikat yang dimohonkannya.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan TNI AU Lanud Soewondo Mayor (Sus) Jhoni Tarigan mengatakan, tanah tersebut milik TNI AU cq Lanud Soewondo. "Kami berpedoman pada Inventaris Kekayaan Negara Nomor 50506001," katanya. (NSA)

Sumber: Kompas | 4 Agustus 2016

Berikan komentar.