TRP
Reklamasi Terus Berlangsung di Batam
03 Agustus 2016 \\ \\ 230

BATAM — Reklamasi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, hingga Selasa (2/8), terus berlangsung. Padahal, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Batam Dendi Purnomo memastikan moratorium reklamasi masih berlaku. Moratorium itu diterapkan pada Mei 2016 dan berlaku tiga bulan.

Namun, kegiatan reklamasi terus berlangsung. Setiap malam, truk-truk membawa tanah dari kawasan Nagoya dan Baloi menuju Ocarina. Dua bukit di Nagoya dan Baloi hampir rata setelah dikeruk berbulan-bulan. Padahal, bukit itu bagian daerah tangkapan air waduk Baloi.

Saat ini terdapat 15 titik reklamasi di Batam. Lokasi reklamasi antara lain tersebar di Pulau Janda Berhias, Teluk Bokor Tiban Utara, Batumerah Batuampar, Bengkong, Ocarina, Teluk Tering Batam Centre, dan pantai timur Batam.

Selain merusak lingkungan, reklamasi juga merusak berbagai ruas jalan dan fasilitas publik di Batam. Di kawasan Batu Ampar, sebagian gedung SMP Negeri 29 Batam hampir runtuh. Penyebabnya, tanah di samping sekolah dikeruk untuk menimbun lokasi lain. Pengerukan membuat tanah tidak stabil dan dinding sekolah jadi retak-retak

"Kami terpaksa membangun pagar penahan untuk menjaga kestabilan tanah. Kalau tidak, tanah tergerus lalu bangunan kehilangan pijakan kemudian runtuh," ujar Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad.

Pengembang Singapura

Pengembang kawasan dari Singapura terus melebarkan sayapnya di Batam, Kepulauan Riau. Mereka membidik proyek-proyek kelas menengah atas di kota itu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Khusus Batam Djaja Roeslim mengatakan, hingga saat ini ada 10 pengembang Singapura di Batam. Mereka seluruhnya bermitra dengan pengembang domestik. "Tidak ada yang murni pengembang asing," ujarnya, Selasa, di Batam.

Batam dibidik antara lain karena pertumbuhan penjualan properti Batam termasuk tinggi secara nasional, lebih dari 10 persen per tahun untuk hunian premium. Potensi pembelinya tidak hanya dari dalam negeri.

Menurut CEO Pembangunan Strategis dan Pelayanan Sinar Mas Land Ishak Candra, pihaknya baru saja mengikat kerja sama dengan KOP Properties. Dengan pengembang Singapura itu, Sinar Mas Land sepakat menggarap proyek premium di kawasan Nongsa, Batam. (raz)

Sumber: Kompas | 3 Agustus 2016

Berikan komentar.