TRP
Malaysia Kembangkan Pelabuhan Cirebon
03 Agustus 2016 \\ \\ 279

JAKARTA — Kabupaten Cirebon yang letaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta akan dikembangkan untuk mendukung bisnis di Jakarta. Pengembangan Jakarta lebih memungkinkan ke arah timur dibandingkan ke barat atau selatan. Pengembangan dilakukan dengan kerja sama antara PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan PT Amanah Nusantara International, perusahaan investor dan properti dari Malaysia.

Nota kesepakatan kerja sama itu ditandatangani di Jakarta, Senin (1/8), antara Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya dan Direktur Utama Amanah Nusantara International (ANI) Ishtiaq M Khan. Penandatanganan itu disaksikan Menteri Perdagangan Malaysia YB Dato' Sri Mustapa Mohamed dan Bupati Kabupaten Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra.

Kota Cirebon dinilai Pemerintah Malaysia memiliki potensi yang luar biasa terutama dalam bidang manufaktur, agrikultur, dan maritim. Dapat dilihat bahwa keuntungan dari pengembangan Pelabuhan Cirebon ini adalah nantinya pelabuhan akan langsung terintegrasi dengan kawasan industri yang berkembang di sekitar Cirebon.

Selain itu, Pelabuhan Cirebon juga akan dikembangkan menjadi terminal peti kemas, mengingat besarnya berbagai industri manufaktur, dan juga akan dibangun terminal khusus untuk pakan ternak.

Kerja sama Pelindo II dengan ANI ini salah satunya adalah sebagai tindak lanjut rencana investasi Pemerintah Malaysia di Indonesia sejak 2015. Pemerintah Malaysia menyebutkan delapan program rencana investasi di Cirebon, yaitu investasi dalam pembangunan pelabuhan baru, infrastruktur, kawasan industri, poros maritim, industri perikanan, industri rumah beku perikanan terpadu, tenaga listrik, dan perumahan New Cirebon City.

"Pemerintah Indonesia sangat berambisi untuk membangun infrastruktur sebanyak-banyaknya dengan dukungan anggaran yang sangat besar, yakni 420 miliar dollar AS untuk 225 proyek. Malaysia sangat tertarik untuk ikut ambil bagian," tutur Mustapa.

Elvyn mengatakan, kerja sama ini akan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia. "Penandatanganan ini juga menjadi salah satu wujud dukungan Pelindo II terhadap percepatan proyek-proyek strategis pemerintah serta memberikan solusi nyata pada aktivitas berbagai industri terkait secara sinergis," ujarnya.

Dijelaskan Elvyn, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal mewujudkan kerja sama tersebut. "Mengenai berapa nilai investasi, kapasitas yang akan ditambah, lalu berapa besar pembagian sahamnya, akan digodok setelah ini. Namun, yang pasti, kami ingin pembangunannya dimulai tahun ini juga," tegas Elvyn.

Ishtiaq menjelaskan, rencana pengembangan pelabuhan ini dimulai sejak dua tahun lalu. Namun, selama dua tahun itu, ANI menyelesaikan urusan perizinan, tata ruang, dan lainnya.

Sementara Bupati Sunjaya menyebutkan, kawasan yang akan dikembangkan seluas 2.000 hektar, yang terletak di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Hal ini dilakukan karena kapasitas di pelabuhan eksisting di Kota Cirebon sudah tidak mencukupi lagi. Posisi pelabuhan yang baru ini nantinya sangat strategis karena dekat dengan tol dan juga jalan kereta api.

Selain pelabuhan, Sunjaya mengatakan, pihaknya akan terus aktif mengundang investor asing untuk berinvestasi di Cirebon. "Ada banyak yang harus dibangun, seperti PLTU untuk menunjang kawasan industri dan bisnis di Cirebon," ujarnya.

Pelabuhan Cirebon berpotensi untuk dikembangkan. Pada tahap awal akan dilakukan dengan mereklamasi wilayah laut pelabuhan seluas 50 hektar dan membuat alur dengan kedalaman 10 meter. Dengan infrastruktur dan suprastruktur Pelabuhan Cirebon, diharapkan dapat mengurangi kepadatan pantura. (ARN)

Sumber: Kompas | 2 Agustus 2016

Berikan komentar.