TRP
Dengan Pinjam Pakai, 11 Bidang Tanah Siap Digunakan
03 Agustus 2016 \\ \\ 178

JAKARTA — Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, Senin (1/8), memastikan penyediaan lahan untuk transportasi massal cepat (MRT) Jakarta dengan mekanisme kesepakatan pinjam pakai sudah selesai. Penyediaan lahan dengan pinjam pakai ini khususnya di lima bidang lahan di area calon depo MRT di Lebak Bulus dan di enam bidang lahan di Jalan Batan, Jakarta Selatan.

"Dengan mekanisme pinjam pakai, titik-titik kritis untuk kepentingan MRT bisa diatasi," ujar Tri.

Mekanisme pinjam pakai yang tertuang dalam perjanjian kerja sama antara pemilik lahan serta Wali Kota Jakarta Selatan dan dinas terkait (baik Dinas Perhubungan dan Transportasi maupun Dinas Bina Marga) menjadi pilihan karena keperluan akan lahan untuk pembangunan MRT mendesak. Pada saat pembiayaan untuk pembebasan lahan yang tersedia melalui APBD Perubahan 2016 belum ada, kesepakatan pinjam pakai ditempuh supaya MRT Jakarta bisa melakukan pembangunan.

"Pembayaran lahan oleh Dinas Bina Marga ataupun Dishubtrans kepada pemilik lahan akan dilakukan begitu APBD Perubahan diketok," ucap Tri.

Menurut catatan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, lanjut Tri, pada akhir Juli sudah dibongkar enam bidang lahan rumah milik warga di Jalan Batan dan lima bidang tanah di area Lebak Bulus. Lima bidang lahan di Lebak Bulus menjadi prioritas pembebasan lahan karena di area itu PT MRT akan membangun depo.

"Tahun ini, depo sudah harus terbangun. Kalau tidak, bisa kena denda," ujar Tri.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan, MRT merupakan proyek yang dibangun dengan biaya dari JICA Jepang. Bila terjadi keterlambatan, bisa jadi yang terkena commitment charge adalah Pemerintah RI. Namun, bila berlarut-larut, denda bisa diteruskan oleh pemerintah pusat ke DKI.

Dalam pembangunan MRT di wilayah selatan Jakarta, ada dua dinas yang berwenang melakukan pembebasan sejumlah lahan. Dinas Bina Marga berwenang membebaskan 105 bidang lahan. Dishubtrans masih perlu membebaskan 25 bidang lahan.

Enam bidang tanah di Jalan Batan itu bagian dari 105 bidang tanah yang mesti dibebaskan Bina Marga. Saat ini berkas-berkas bidang lahan yang akan dipakai MRT melalui mekanisme pinjam pakai tengah diperiksa dan diteliti Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan. Bina Marga menargetkan tahun ini 105 bidang tanah seluas 7.800 meter persegi itu tuntas dibebaskan.

Kepala Unit Pelaksana Pengadaan Tanah Dinas Bina Marga Achmad Dahlan membenarkan bahwa keenam bidang lahan di Jalan Batan sudah selesai dalam proses kesepakatan pinjam pakai antara pemilik serta Pemkot Jakarta Selatan, Dinas Bina Marga, dan BPN. "Pinjam pakai itu media untuk memakai tanah warga dengan perjanjian, sambil diproses pembayarannya oleh BPN sebagai pelaksana pengadaan tanah," lanjutnya.

Tri menambahkan, selain enam bidang di Jalan Batan dan lima bidang di Lebak Bulus, Pemkot Jakarta Selatan masih perlu melakukan kesepakatan pinjam pakai dengan PT Astra yang berlokasi di Fatmawati. "Area Astra itu nantinya dipakai sebagai area pelebaran jalan," ujarnya. (HLN)

Sumber: Kompas | 2 Agustus 2016

Berikan komentar.