TRP
Pembebasan Lahan - Prioritas, tetapi Tergantung Ketersediaan Anggaran
01 Agustus 2016 \\ \\ 281

JAKARTA — Alokasi anggaran pembebasan lahan jalan tol sebesar Rp 16 triliun telah disetujui Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016. Walaupun sudah teralokasi dan disetujui oleh DPR, pencairan dana pembebasan lahan untuk jalan tol tetap melihat dan tergantung dari kondisi keuangan negara.

"Anggaran Rp 16 triliun untuk pembebasan lahan tol sudah disetujui Badan Anggaran DPR. Pembebasan lahan jalan tol menjadi prioritas kami, tetapi nanti tetap melihat ketersediaan dana pemerintah," kata Pelaksana Tugas Direktur Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari, akhir pekan lalu, di Jakarta.

Tahun ini, dana pembebasan lahan jalan tol diperkirakan Rp 16 triliun. Biasanya dana pembebasan lahan berada di kementerian teknis terkait, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Setelah LMAN terbentuk, pembebasan lahan untuk kepentingan publik, termasuk jalan tol, dilakukan oleh BLU tersebut.

Rahayu mengatakan, saat ini LMAN masih menunggu terbitnya peraturan presiden (perpres) sebagai payung hukum untuk melaksanakan pembayaran pembebasan lahan. Pembebasan lahan oleh LMAN dapat dilakukan langsung kepada masyarakat atau melalui skema dana talangan. Kedua skema tersebut memerlukan perpres yang saat ini masih dipersiapkan pemerintah, yakni perpres tentang penyediaan dana atau pengadaan tanah guna pembangunan infrastruktur.

"Ketika dana itu akan dicairkan, juga memerlukan persetujuan Komisi XI DPR. Artinya, masih ada kondisi yang harus disepakati," ujar Rahayu.

Tersambung

Berdasarkan catatan Kompas, anggaran pembebasan lahan mendesak dipenuhi tahun ini karena beberapa ruas jalan tol ditargetkan tersambung dan beroperasi pada 2018 dan 2019. Agar target tercapai, sebagian besar lahan untuk pembangunan jalan tol harus dibebaskan tahun ini.

Target tersebut ilaha beroperasinya tol Trans-Jawa pada 2018. Tol dari Bakauheni (Lampung) hingga Palembang (Sumatera Selatan) juga akan beroperasi pada 2018 untuk mendukung Asian Games di Palembang.

Selain itu, beberapa ruas tol di Jabodetabek juga ditargetkan dapat beroperasi pada 2019. Hingga akhir tahun, pembebasan lahan yang ditargetkan selesai adalah ruas tol Batang-Semarang (75 kilometer) dan Pemalang-Batang (39,2 kilometer).

Secara terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna mengatakan, hingga akhir pekan lalu, komitmen dana talangan pembebasan lahan oleh badan usaha jalan tol mencapai Rp 21,8 triliun. "Dari jumlah itu, yang sudah diserap sebesar Rp 1,574 triliun," kata Herry. (NAD)

Sumber: Kompas | 1 Agustus 2016

Berikan komentar.