TRP
Percepat Pembebasan Lahan
18 Juli 2016 \\ \\ 249

Dana untuk Lembaga Manajemen Aset Negara Disalurkan Tahun Ini

JAKARTA — Pemerintah telah menyiapkan Lembaga Manajemen Aset Negara untuk membebaskan lahan bagi proyek-proyek yang terkait dengan kepentingan publik. Keberadaan lembaga tersebut diharapkan mempercepat pembebasan lahan.

"Lembaga Manajemen Aset Negara sudah siap sejak tahun lalu. Dananya akan bisa disalurkan tahun ini," kata Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro di acara silaturahim dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Kamis (14/7) malam, di Jakarta.

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 219 Tahun 2015. Secara terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya mengusulkan Rp 16 triliun kepada Kementerian Keuangan untuk pembebasan lahan jalan tol melalui LMAN. "Anggarannya sudah diusulkan di APBN-P 2016 dan kelihatannya sudah disetujui. Dana talangan yang saat ini sudah jalan akan diganti oleh LMAN," ujar Basuki.

Basuki mengatakan, mekanisme dana talangan untuk pembebasan lahan jalan tol hanya berjalan hingga akhir tahun ini. Saat ini, komitmen dana talangan mencapai Rp 20,2 triliun. Setelah itu, pemerintah akan menyediakan dana pembebasan lahan untuk kepentingan publik, termasuk jalan tol, melalui LMAN. Dana talangan yang saat ini disediakan badan usaha akan diganti oleh LMAN. Hal itu diatur melalui peraturan presiden yang akan terbit pada Agustus 2016.

Menurut Basuki, pihaknya berharap agar dana yang tersedia di LMAN dapat dimaksimalkan untuk pembebasan lahan jalan tol. Jadi, dana pembebasan lahan berasal dari dana talangan ataupun dari LMAN. "Kalau badan usaha menagih, ya, kita kembalikan. Menteri BUMN juga memerintahkan agar jangan menagih, tetapi dipakai lagi saja untuk pembebasan lahan karena sebagian dana talangan disediakan oleh BUMN," kata Basuki.

Ekuitas

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembebasan lahan untuk jalan tol hingga ke Semarang. Selain itu, pemerintah juga berencana meneruskan jalan tol Trans-Jawa hingga Banyuwangi. Pada Agustus mendatang, ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi sejauh 170 kilometer akan dilelang. Sementara ini, lahan yang sudah bebas di ruas itu sekitar 50 km.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, untuk ruas jalan tol selanjutnya, pembebasan lahan akan ditalangi dari ekuitas badan usaha terlebih dulu sebelum digunakan untuk konstruksi. "Saat badan usaha butuh dana untuk konstruksi, pemerintah akan membayar lewat PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Lalu, PT PII yang menagih ke Kementerian PUPR," ujar Herry.

Jembatan

Pembangunan jalan tol ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,5 km, yang merupakan bagian Jalan Tol Semarang-Solo (Jawa Tengah), kini sudah mencapai 47,5 persen. Sebelum Idul Fitri, pembangunan masih 25 persen. Kontraktor proyek tol tersebut, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, kini fokus menyelesaikan penyambungan dua jembatan utama, yakni Jembatan Bawen dan Jembatan Senjoyo di Kabupaten Semarang.

Jalan Tol Semarang-Solo secara keseluruhan memiliki panjang 72,64 km dan terdiri atas lima seksi, dua di antaranya telah beroperasi, yaitu Seksi I Tembalang-Ungaran sepanjang 16,3 km dan seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,3 km.

Proses pembangunan ruas tol Trans-Jawa Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV meliputi ruas Brebes Timur-Pemalang, Jawa Tengah, serta ruas Pemalang-Batang (Seksi V dan VI) terus berlanjut. Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol juga masih berlangsung. Hendro Budiyanto dari Humas PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk pembangunan Tol Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV mengatakan, dari ruas Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV, mulai dari Brebes Timur hingga Pemalang sepanjang 36 km, saat ini sudah terbebaskan sekitar 15 km. (NAD/WIE/WHO/NTA)

Sumber: Kompas | 16 Juli 2016

Berikan komentar.