TRP
Depok Rancang RSUD untuk Wilayah Timur
03 Juni 2016 \\ \\ 256

DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana membangun satu lagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok. Keberadaan RSUD Depok di kawasan Sawangan dianggap tidak efektif menjangkau masyarakat yang ada di wilayah timur, yakni di kawasan Cimanggis, Tapos,  Cilodong, Sukmajaya, dan sekitarnya.

"Pembangunan RSUD Depok di wilayah timur merupakan rencana program lima tahun Pemkot Depok. Saat ini kami terus melakukan berbagai rancangan. Sehingga, diharapkan dapat cepat terealisasi," ujar Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna di Balai Kota Depok, Rabu (1/6).

Menurut Pradi, RSUD Depok di wilayah timur sedang dirancang dan dikaji pelaksanaan pembangunannya. Akan tetapi, saat ini masih belum bisa ditetapkan lokasinya. Alasannya, Pemkot Depok belum menemui lahan yang sesuai. "Kami masih melakukan revisi pemetaan wilayah melalui Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sehingga, akan diketahui di lahan mana gedung RSUD Depok di wilayah timur bisa dibantu," jelasnya.

Pradi berharap, proses kajian dan rancangan dapat selesai tepat waktu. Sehingga, sebelum tahun 2022 mendatang sudah dapat direalisasikan. "Semoga seluruhnya berjalan dengan baik agar masyarakat di wilayah timur dapat memperoleh fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.

Gedung khusus paru di RSUD
Sementara itu, pengerjaan gedung delapan lantai di Jl Mayor Oking, Kompleks RSUD Kota Bekasi, ditargetkan rampung pada Desember 2016. Gedung delapan lantai ini rencananya akan digunakan khusus untuk pasien penderita penyakit paru dan rehabilitasi narkoba.

Kepala Dinas Pembangunan dan Permukiman Kota Bekasi Dadang Ginanjar menyatakan, tahap pengerjaan gedung saat ini sudah mencapai 37 persen. Pembangunan direncanakan selesai pada Desember 2016 mendatang. "Bulan Desember 2016 sudah akan rampung, setara seperti gedung delapan lantai RSUD yang telah dibangun," kata dia, Rabu.

Dadang menyampaikan hal tersebut saat hadir bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk meninjau pekerjaan pembangunan lanjutan gedung delapan lantai RSUD Kota Bekasi pada Rabu. Pembangunan gedung khusus pasien paru tersebut sudah mulai dilakukan pertengahan Desember 2015. Kebutuhan RS khusus paru ini dinilai mendesak, mengingat tingginya angka pasien paru di Kota Bekasi. Lanjutan pembangunan kompleks RSUD ini juga diharapkan dapat menerima pasien yang tidak tertampung di RSUD Kota Bekasi.

Berdiri di atas lahan seluas 9.912 meter persegi, gedung khusus paru tersebut akan memiliki luas bangunan 2.993 meter persegi, terdiri dari delapan lantai dilengkapi satu lantai semibasement. Proyek pembangunan RSUD ini dikerjakan dengan anggaran multi-years APBD Kota Bekasi tahun 2014-2016 senilai Rp 102 miliar. Setelah efisiensi dan lelang, anggaran turun menjadi Rp 93 miliar. Menurut prediksi, pengerjaan proyek dilakukan selama 420 hari kerja dengan masa pemeliharaan 362 hari.

Semua sarana dan prasarana kelengkapan rumah sakit khusus paru dan rehabilitasi narkoba ini akan terintegrasi dengan RSUD Kota Bekasi. Sehingga, pelayanan kesehatan terhadap warga akan lebih memadai.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi merencanakan, ke depannya akan dibangun jalan tembus dari Jalan Juanda menuju Jalan Veteran yang akan memudahkan akses pengguna jalan supaya terhindar dari macet di perempatan Bekasi Junction. Pembangunan jalan ini direncanakan selesai pada tahun 2018 mendatang, setelah semua pengerjaan pembangunan RSUD Kota Bekasi selesai. (Rusdy Nurdiansyah, Kabul Astuti)

Sumber: Republika Online | 02 Juni 2016

Berikan komentar.