TRP
17.000 Hektar Gambut di Kalsel Dipetakan
14 April 2016 \\ \\ 1

BANJARMASIN — Lahan gambut seluas 17.000 hektar di Kalimantan Selatan akan direstorasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan terus berulang. Badan Restorasi Gambut saat ini sudah turun untuk memetakan lokasinya.

"Dalam lima tahun ke depan, BRG (Badan Restorasi Gambut) harus memulihkan sedikitnya 2 juta hektar lahan gambut terbakar di tujuh provinsi. Lahan gambut di Kalsel masuk dalam program pemulihan itu, dan saat ini sedang dipetakan untuk mengetahui mana saja yang masuk kawasan konsesi, konservasi, dan budidaya," kata Kepala BRG Nazir Foead dalam Lokakarya Restorasi Gambut dengan tema Strategi Restorasi dan Revitalisasi Gambut dan Rawa di Banjarmasin, Rabu (13/4).

Selain di Kalsel, lahan gambut yang akan direstorasi terdapat di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Papua. Di Riau, Sumsel, dan Kalteng, pemetaan sudah dilakukan.

Nazir mengatakan, restorasi bertujuan membuat gambut yang sudah kering dan terbakar menjadi basah kembali supaya tidak mudah terbakar. Caranya dengan membuat sekat kanal. Kanal-kanal yang sekarang ini banyak dibuat di lahan gambut dan mengakibatkan gambut menjadi kering akan ditutup atau dipasang sekat agar air tidak keluar dan gambut tetap basah.

Setelah itu, lahan gambut akan ditanami dengan tanaman yang cocok untuk lahan basah agar saat kemarau pun gambut tetap basah. Jenis tanaman yang cocok untuk lahan basah, misalnya galam, sagu, jelutung, dan ramin. Untuk penanamannya, perlu ada keterlibatan dari masyarakat.

Menurut Nazir, biaya yang diperlukan untuk merestorasi gambut diperkirakan Rp 12 juta per hektar. "Dana bersumber dari APBN, dan sumber lain yang tidak mengikat, termasuk luar negeri," ujarnya.

Parlinggoman Simanungkalit, Kepala Balai Rawa Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kalsel, mengemukakan, lahan gambut yang diprioritaskan dalam program restorasi adalah lahan gambut yang terbakar pada 2015 dan memiliki ketebalan lebih dari 3 meter.

Di Kalsel, kata Parlinggoman, gambut dengan ketebalan lebih dari 3 meter tidak lagi berada di satu hamparan yang luas. Letaknya terpencar di beberapa kabupaten, antara lain Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, dan Tapin. (jum)

Sumber: Kompas | 14 April 2016

Berikan komentar.