TRP
Ini Perjalanan Pembahasan Perda Reklamasi hingga Suap Sanusi
06 April 2016 \\ \\ 214

TEMPO.CO, Jakarta - Pro-kontra proyek reklamasi teluk Jakarta kembali bergulir setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mencium adanya kecurangan yang dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta dan pengembang.

Sejak awal, proyek ini ditentang oleh kalangan nelayan. Para nelayan menganggap reklamasi akan merusak lingkungan dan membuat mereka gulung tikar. Namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berkukuh melaksanakan reklamasi dengan dalih proyek itu sudah direncanakan sejak zaman Presiden Soeharto.

Adanya ketidaksepahaman antaranggota menyebabkan DPRD terbelah. Ada yang pro, ada yang kontra. Sampai hari ini, pembahasan dua peraturan daerah mengenai pulau reklamasi, yakni rencana tata ruang kawasan strategis pantai utara Jakarta (RTRKSPJ) dan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K), tak kunjung usai.

Hingga akhirnya, pada 31 Maret 2016, penyidik Lembaga Antirasuah menangkap tangan Ketua Komisi D DPRD Jakarta Sanusi karena menerima duit dari bos Agung Podomoro Land, pengembang proyek reklamasi.

Berikut ini adalah perjalanan pembahasan perda reklamasi.

23 November 2015
Penyampaian raperda dengan Surat Gubernur Nomor 4131/-075.61 tertanggal 16 November 2015 perihal usul pembahasan rancangan peraturan daerah tentang RTRKSPJ kepada Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta.

25 November 2015
Rapat paripurna penyampaian penjelasan Gubernur DKI Jakarta terhadap Raperda RTRKSPJ.

30 November 2015
Rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap perda tentang RTRKSPJ.

4 Desember 2015
Rapat paripurna penyampaian jawaban Gubernur DKI Jakarta atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang RTRKSPJ dan RZWP3K serta pendapat akhir Gubernur terhadap pembentukan peraturan daerah.

21 Desember 2015-16 Februari 2016
Pembahasan pasal-pasal Raperda RTRKSPJ bersama Balegda.

18 Februari 2016
Rapat Bamus DPRD perubahan jadwal ke-X pembahasan raperda RTRKSPJ dengan kesepakatan:
- Jumat, 19 Februari 2016, pukul 13.00, rapat kerja internal Balegda (penelitian pasal-pasal Raperda RTRKSPJ).
- Selasa, 23 Februari 2016, pukul 14.00, rapim gabungan dewan, fraksi, komisi, Balegda, dan pimpinan eksekutif.
- Kamis, 25 Februari 2016, pukul 14.00, rapat paripurna persetujuan Raperda RTRKSPJ.

23 Februari 2016
Rapat pimpinan gabungan DPRD DKI Jakarta.

25 Februari 2016
Rapat paripurna Raperda RTRKSPJ tidak dilaksanakan.

26 Februari 2016
Konsolidasi naskah akhir Raperda RTRKSPJ di lantai 9 gedung DPRD baru antara tim eksekutif dan tim Balegda (M. Taufik, M. Sanusi, Bestari Barus).

29 Februari 2016
Konsolidasi naskah akhir Raperda RTRKSPJ di lantai 9 gedung DPRD baru tim eksekutif dan tim Balegda (M. Taufik, M. Sanusi, Merry Hotma, Bestari Barus).

8 Maret 2016
Konsolidasi naskah akhir raperda tentang rencana tata ruang kawasan strategis pantura Jakarta di lantai 9 gedung DPRD baru tim eksekutif dan tim balegda (M. Taufik, Bestari Barus). M. Taufik sebagai pemimpin rapat menyampaikan dua lembar kertas berisi usulan perubahan pasal terkait dengan kontribusi tambahan. Selanjutnya, eksekutif melaporkannya ke Gubernur dan Gubernur menuliskan disposisi terhadap usulan perubahan pasal tersebut.

11 Maret 2016
Diskusi informal antara Ketua Balegda, M. Taufik, dan Sekda, Kepala Bappeda, Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup, serta Kepala Biro Hukum di ruang kerja sekretaris daerah, membahas tambahan kontribusi. Sekretaris daerah memperlihatkan disposisi Gubernur tersebut kepada M. Taufik. Dalam diskusi ini, tidak diperoleh kesepakatan.

16 Maret 2016
Rapat pimpinan gabungan DPRD DKI Jakarta. Tidak diperoleh kesepakatan tentang perizinan dan tambahan kontribusi sehingga rapat ditunda.

31 Maret 2016
Rapat pimpinan gabungan DPRD DKI Jakarta terjadwal, tapidibatalkan dan diganti dengan Bamus untuk membahas ulang jadwal dengan keputusan Bamus:
1. Senin, 4 April 2016, rapim gabungan.
2. Rabu, 6 April 2016, pukul 14.00, rapat paripurna persetujuan DPRD atas Raperda RTRKSPJ dan Raperda RZWP3K. (MAYA AYU PUSPITASARI)

Sumber: tempo.co | 6 April 2016

Berikan komentar.