TRP
Jutaan Hektar Menunggu hingga 2019
28 Maret 2016 \\ \\ 231

KARAWANG — Hingga tahun ini, dari 24 juta hektar lahan yang harus direhabilitasi, baru sekitar 500.000 hektar lahan yang ditanami. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, pemerintah menargetkan merehabilitasi 5,5 juta hektar hutan dan lahan kritis.

Rehabilitasi lahan salah satunya dengan gerakan menanam pohon. Sejak dicanangkan pertengahan tahun 2000-an oleh pemerintah, jutaan bibit pohon telah ditanam. "Tanam pohon butuh sinergi antarpihak, termasuk para pelaku bisnis," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat penanaman pohon dalam rangka Hari Hutan Internasional 2016, Sabtu (26/3), di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 59, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Menurut Siti, dari 24 juta hektar lahan yang harus ditanami, 5,5 juta hektar di antaranya kritis. Lahan kawasan itu rentan terdampak bencana hidrometeorologis terkait iklim dan air. "Upaya rehabilitasi lahan dinilai berhasil apabila 1 hektar sedikitnya tumbuh 400-700 pohon," ujarnya.

Kemampuan pohon melakukan respirasi dan fotosintesis sangat berarti bagi kehidupan manusia. Dalam setahun, pohon dapat menghasilkan 130 kilogram oksigen dan menyerap 1 ton karbon dioksida. Karena itu, penanaman harus intensif melalui penyiraman dan pemupukan.

Menanggapi sinergi antarpihak, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pemerintah bekerja sama dengan beberapa BUMN ikut berkontribusi memulihkan lahan kritis. Caranya, penanaman pohon di jalan tol, pelabuhan, dan kantor-kantor.

Rini mendorong BUMN terus mendukung berbagai program pemerintah, terutama terkait dengan pemulihan lahan. BUMN harus komitmen menjadi agen pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga pelestarian lingkungan.

"Pembangunan infrastruktur yang dicanangkan BUMN harus diikuti komitmen program penghijauan daerah," katanya.

Sebanyak 10.000 bibit pohon akan ditanam di ruas kanan dan kiri Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 47-Km 71. Program Sinergi BUMN Hijaukan Negeri melibatkan 70 BUMN dalam penanaman pohon bersama. Jenis pohon yang ditanam antara lain mahoni, bintaro, dan bungur.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, penghijauan juga perlu dilakukan di kawasan dataran tinggi, seperti Bandung dan sekitarnya. Kerusakan lingkungan sejak puluhan tahun lalu menjadikan wilayah itu rentan bencana, terutama banjir.

Untuk mengatasi banjir di wilayah Bandung dan Bandung Utara, diperlukan ongkos konservasi Rp 1,6 triliun. (C05)

Sumber: Kompas | 28 Maret 2016

Berikan komentar.