TRP
Ruang Kosong di Jalan Tol Dihutankan
28 Maret 2016 \\ \\ 240

KARAWANG — Sedikitnya 10.000 bibit pohon ditanam secara serentak di sepanjang ruas Jalan Tol Cikampek-Jakarta pada Kilometer 47 hingga Kilometer 71, Sabtu (26/3). Selain untuk mengatasi lahan kritis, penanaman pohon ini merupakan bagian dari sistem penyangga kehidupan, antara lain untuk memperkuat sempadan jalan, menahan angin, membentuk iklim mikro, dan menambah estetika.

"Saat ini di Indonesia terdapat 24 juta hektar lahan kritis dan yang kondisinya benar-benar kritis tercatat 5,5 juta hektar. Oleh karena itu, diperlukan 22 miliar bibit pohon untuk mengatasi lahan kritis itu," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam program Sinergi BUMN Hijaukan Negeri di Km 59 Jalan Tol Cikampek-Jakarta, Sabtu.

Hadir pada kegiatan itu Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan sekitar 70 direktur BUMN.

PT Jasa Marga sudah menanam 2,2 juta pohon di sepanjang jalan tol di seluruh Indonesia. Penanaman ini merupakan upaya penghijauan dan mencegah banjir yang masuk menggenangi jalan tol. Pohon yang ditanam berupa mahoni, bintaro, bungur, trembesi, dan kalpataru yang memiliki resapan air tinggi dan berguna untuk mencegah longsor.

Siti Nurbaya menyatakan, BUMN sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi harus menjadi kekuatan terdepan dalam upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan yang menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN ini telah menjadi bukti nyata hal itu.

Menteri BUMN Rini Soemarno meminta semua anggota direksi BUMN dapat membantu menghijaukan negeri dan mengurangi 24 juta hektar lahan kritis itu.

"Pembangunan infrastruktur mesti kita lakukan, tetapi pelestarian lingkungan secara bersamaan harus kita lakukan juga. Oleh karena itu, saya berharap penghijauan tidak hanya dilakukan di sekitar tol, tetapi juga di pelabuhan, bandara, dan tempat-tempat lain," ujar Rini.

Jumlah penduduk tertinggi

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyebutkan, sinergi yang dilakukan Kementerian BUMN dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat tepat. Keduanya mempunyai peranan yang sangat penting dalam melestarikan lingkungan. Ujung dari seluruh proses pembangunan adalah pelestarian lingkungan dan daya dukung alam yang berkelanjutan.

Heryawan berharap BUMN yang beroperasi atau berkantor pusat di wilayah Jawa Barat menyisihkan 20 persen program CSR-nya terutama untuk penghijauan di ruas tol di Jawa Barat. "Sebanyak 60 persen tol di Indonesia ada di Jawa Barat. Jadi, kalau ada CSR dari BUMN, minimal 20 persennya dilakukan di Jawa Barat," ujarnya.

Secara nasional, Jawa Barat memiliki jumlah penduduk tertinggi, yaitu lebih kurang 46 juta jiwa atau hampir 20 persen dari jumlah penduduk Indonesia. (DMU)

Sumber: Kompas | 28 Maret 2016

Berikan komentar.