TRP
Pembangunan Infrastruktur Lambat
21 Maret 2016 \\ \\ 282

MOJOKERTO — Presiden Joko Widodo menilai, pembangunan infrastruktur Indonesia berjalan sangat lambat. Proses pembebasan lahan dipandang sebagai salah satu tantangan. Untuk itu, Presiden meminta kepala daerah lebih sering berada di lapangan untuk memecahkan masalah yang ada.

”Tol yang kita resmikan ini sudah 21 tahun tidak selesai karena masalah pembebasan lahan. Kalau soal konstruksi, itu cepat. Masalahnya memang di pembebasan lahan,” kata Presiden Joko Widodo saat peresmian Seksi IV ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Sabtu (19/3), di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Peresmian tersebut juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno.

Presiden mengatakan, apabila dibandingkan dengan Tiongkok, Indonesia tertinggal jauh. Tiongkok memiliki sekitar 60.000 kilometer jalan tol, sedangkan Indonesia baru memiliki 840 km. Presiden pun menargetkan lima tahun ke depan setidaknya 1.000 km jalan tol dibangun.

Menurut Presiden, masalah pembebasan lahan dapat lebih cepat diatasi jika kepala daerah mau banyak turun ke lapangan. Ruas Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IV antara Krian-Mojokerto yang diresmikan merupakan salah satu contoh proyek infrastruktur yang kepala daerahnya berperan dalam pembebasan lahan.

”Mau mengerjakan keretacepat Jakarta-Bandung yang panjangnya 150 km saja sudah ramai. Kita memang senangnya ramai debat. Ini mau sayaubah jadi ramai kerja,” kata Presiden.

Tol Surabaya-Mojokerto adalah bagian dari tol Trans-Jawa. Tol yang menghubungkan Surabaya dengan Mojokerto itu memiliki panjang 32,67 km. Ruas tol itu terdiri dari empat seksi, yakni Seksi IA dan B Waru-Sepanjang-WRR (6,6 km) yang sudah beroperasi, Seksi II WRR-Driyorejo (5,1 km), Seksi III Driyorejo-Krian (6,1 km), dan Seksi IV Krian-Mojokerto (18,47 km). Presiden meresmikan Seksi IV, seksi yang paling panjang.

Seksi IV dibangun dengan investasi Rp 681,52 miliar. Biaya pembebasan lahan Rp 210,3 miliar. Total kebutuhan investasi untuk keseluruhan ruas TolSurabaya-Mojokerto Rp 3,2 triliun.

Ruas tol itu akan dioperasikan oleh PT Marga Nujyasumo Agung dengan masa konsesi 42 tahun dihitung sejak diterbitkannya surat perintah mulai kerja tahun 2007. Tarif yang dikenakan untuk kendaraan golongan I yang melewati seksi IV ruas Surabaya-Mojokerto sebesar Rp 15.500. Saat ini, tiga seksi yang lain dalam proses pembebasan lahan dan konstruksi. Lahan yang belum dibebaskan sekitar 13 persen.

”Presiden sering mengunjungi lapangan, bukan karena tak percaya. Presiden mengecek, kalau ada masalah dapat segera diselesaikan,” kata Basuki.

Direktur Utama PT Marga Nujyasumo Agung, Budi Pramono, menambahkan, ”Sistemnya bisa elektronik semua, tetapi untuk sementara belum. Mungkin 2-3 bulan lagi.”

Selain meresmikan ruas tol, Presiden Jokowi juga meresmikan Bendungan Nipah di Pulau Madura, Jatim. Bendungan tersebut dibangun tahun 2004 dan selesai 2008. ”Bendungan itu bisa mengairi sekitar 1.250 hektar lahan dan sebagai sumber air baku,” ujar Basuki. (NAD/ODY/NUT)

Sumber: Kompas | 20 Maret 2016

Berikan komentar.