TRP
Pembangunan Jalan Layang Ditingkatkan
16 Maret 2016 \\ \\ 277

JAKARTA — Pembangunan jembatan layang di atas pelintasan rel kereta terus ditingkatkan karena dinilai rawan kecelakaan dan memicu kemacetan. Tiga jembatan layang di atas rel dibangun tahun ini di Jalan Bintaro Raya, Jakarta Selatan, Cipulir Lontar, Jakarta Timur, dan Jalan Panjang, Jakarta Barat. Untuk seluruh Jakarta, terdata ada 33 pelintasan sebidang rel dan jalan raya, baru 19 yang sudah dibangun jembatan layang.

Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo? mengatakan, pembangunan jembatan layang di atas rel ini akan terus ditingkatkan di jalan-jalan yang masih sebidang dengan rel kereta. Apalagi, saat ini perjalanan meningkat dengan pertambahan perjalanan kereta rel listrik (KRL).

Akibatnya, potensi kemacetan di lokasi-lokasi tersebut akan semakin tinggi karena setiap kali kereta melintas, jalan harus ditutup. "Sekarang ini kereta lewat rata-rata 10-20 menit sekali. Dalam waktu dekat, bisa tiap lima menit sekali," katanya di Jakarta Pusat, Selasa (15/3).

Tiga pembangunan jembatan layang di atas rel tahun ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dan direncanakan selesai pada 2017. Saat ini, prioritas pembangunan adalah pelintasan di Jalan Bintaro Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, karena dinilai paling rawan kecelakaan.

Pada 2013, tabrakan kereta dengan truk pengangkut bahan bakar minyak menewaskan lima orang di sekitar pelintasan kereta di Jalan Bintaro Raya itu. Pelintasan di Jalan Panjang pun dinilai rawan kecelakaan. Adapun di Cipulir Lontar dinilai rawan memicu kemacetan.

Dari 33 pelintasan kereta di Jakarta, sebanyak 19 jembatan layang telah dibangun. Satu jembatan layang selesai tahun lalu, yaitu di pelintasan Jalan Tentara Pelajar menuju Permata Hijau, Jakarta Selatan. Namun, lanjut Heru, sekitar enam di antaranya tak memungkinkan untuk pembangunan jembatan layang karena lahan yang sangat sempit.

Kepala Seksi Pembangunan Simpang Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisna mengatakan, saat ini proses untuk pembangunan jembatan layang di pelintasan Bintaro baru memasuki tahap inventarisasi lahan.

Guna mengurangi kemacetan, pada tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun sembilan jembatan layang dan jalan bawah tanah/terowongan, terdiri dari 2 jembatan layang biasa, 3 jembatan layang pelintasan kereta, dan 4 terowongan. Terowongan tersebut berlokasi di Kartini-Salemba, Lebak Bulus-Santa, Mampang, dan Matraman-Salemba. "Tahapan memasuki persiapan lelang," ujar Hananto.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mengantisipasi kemacetan dampak dari pembangunan itu. (IRE)

Sumber: Kompas | 16 Maret 2016

Berikan komentar.