TRP
Konflik Lahan: Bentrokan Warga di Lampung, 2 Tewas
15 Maret 2016 \\ \\ 280

BANDAR LAMPUNG — Bentrokan dua kelompok massa terjadi di Dusun Terang Sakti, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Jumat (11/3) sore. Bentrokan tersebut diduga dipicu rebutan lahan garapan di kawasan Hutan Register 44 Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Dalam kejadian itu, dua warga tewas dan tiga rumah warga dibakar.

"Bentrokan berawal dari sengketa tanah garapan masyarakat. Hingga saat ini kami belum mendapat informasi berapa luas lahan yang diperebutkan dan persoalan pasti penyebab gesekan antarmasyarakat," kata Komandan Distrik Militer 0412 Lampung Utara Letnan Kolonel (Inf) Mahfud Sepriyadi ketika dihubungi Kompas dari Bandar Lampung.

Dua massa yang bentrok berasal dari Dusun Terang Sakti. Mahfud mengatakan, dugaan sementara, rumah warga yang terbakar merupakan milik pelaku pembunuhan. Warga yang tidak terima kerabatnya dibunuh menyerang ke rumah terduga pelaku pembunuhan.

Dari informasi yang dihimpun Kompas, kejadian tersebut bermula saat ada warga Dusun Terang Sakti dari satu kelompok warga disandera oleh kelompok warga lainnya. Saat sejumlah polisi mendatangi lokasi penyanderaan, ditemukan dua warga tewas dengan luka bacok dan luka tembak di kepala.

Hingga berita ini diturunkan, identitas para korban belum diketahui. Polisi telah membawa kedua korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Menggala untuk diotopsi.

Selain itu, petugas juga menemukan enam kendaraan bermotor terbakar. Saat petugas berada di lokasi, sejumlah kelompok massa datang untuk mencari anggota kelompok lain yang diduga menyandera kerabatnya.

Guna menghindari bentrokan susulan, warga di Dusun Terang Sakti memilih mengungsi. "Saat ini situasi sudah kondusif kendati masih ada puluhan personel TNI yang kami siap siagakan di lokasi kejadian. Kami khawatir akan terjadi bentrokan susulan," tutur Mahfud.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistianingsih mengatakan, saat ini pihak kepolisian dibantu TNI terus berupaya meredam amarah kedua kelompok masyarakat.

"Kapolres Tulang Bawang Ajun Komisaris Besar Agus Wibowo sudah memerintahkan jajarannya untuk mengarahkan warga kembali ke rumah masing- masing. Warga juga terus diimbau agar tidak mudah terprovokasi untuk bertindak anarkistis," tulis Sulis dalam pesan singkat yang diterima Kompas.

Bentrokan antarkelompok massa akibat berebut lahan di kawasan register bukan pertama kali terjadi di Lampung. Dalam catatan Kompas, pada 2015 terjadi paling tidak dua bentrokan di kawasan register, yaitu 19 Juni dan 10 Oktober. Kedua bentrokan itu terjadi di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji.

Penyebab kedua bentrokan tersebut bermula dari saling klaim lahan hutan yang seharusnya dikelola oleh negara. Akibatnya, dua orang tewas, satu orang terkena luka tembak, dan puluhan orang mengalami luka-luka akibat kedua bentrokan tersebut. (GER)

Sumber: Kompas | 12 Maret 2016

Berikan komentar.