TRP
Penurapan Kali Angke Dilanjutkan
10 Maret 2016 \\ \\ 252

JAKARTA — Setelah tertunda selama setahun, penurapan Kali Angke, di Kota Tangerang, akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2016. Pengerjaan konstruksi penurapan yang didanai pemerintah pusat tersebut dimulai pada pertengahan tahun ini setelah dana dari anggaran perubahan cair.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane). Katanya, lanjutan pembangunan penurapan Kali Angke akan mendapatkan dana penurupan melalui APBN Perubahan," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah kepada wartawan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (4/3).

Adanya rencana melanjutkan proyek penurapan itu, kata Arief, berarti pembebasan lahan akan segera diselesaikan.

Sejauh pengamatan, Jumat siang, tiang-tiang tanggul terlihat menumpuk di pinggiran Kali Angke, di samping Jembatan Hasyim Ashari. Tumpukan tiang itu sudah ada sejak November 2014.

"Selama ini, sejak akhir 2014, tidak ada pekerjaan penurapan. Tiang beton menumpuk saja. Beruntung kemarin hujannya enggak lama dan luapan air kali tidak separah tahun 2015," kata Ahmad Supardin (39), warga Perumahan Ciledug Indah.

Normalisasi

Selain Kali Angke, kata Arief, penanganan banjir juga akan dilakukan di Kali Cantiga dan Kali Candulan, Cipondoh. "Proyek normalisasi di dua kali ini menjadi prioritas tahun ini. Sekaligus dengan melakukan skenario penambahan pintu air dan pompa di kedua kali tersebut. Langkah ini untuk menanggulangi banjir di Petir dan sekitarnya," papar Arief.

Arief menjelaskan, untuk normalisasi Sungai Cisadane, pada tahun ini pemerintah pusat telah menganggarkan dana Rp 300 miliar.

Menurut Arief, skenario penanganan banjir, khususnya di Kecamatan Periuk, akan dilakukan dengan menambah empat pompa dengan kapasitas masing-masing 500 liter per detik. Juga, pembuatan dua pintu air baru, yakni di Kali Leduk dan Situ Bulakan.

"Jika semuanya ini terbangun, ketika terjadi limpasan hujan, pintu air akan ditutup. Air di Kali Ledug akan dipompa," ujar Arief.

Arief mengatakan, perumahan yang rawan terendam banjir, antara lain, adalah Perumahan Periuk Alamanda, Total Persada, Taman Elang, dan Periuk Damai. Banjir juga rawan merendam permukiman di Pondok Arum, Karawaci; Pinang Ria, Candulan, Cantiga, Petir, serta Puri Kartika dan Wisma Tajur di Ciledug.

Arief mengatakan, pihaknya juga berencana membangun long storage dan menambah dua pintu air di sekitar Situ Bulakan dan Kali Ledug.

Kecamatan rawan

Kamis siang, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meninjau kondisi warga korban banjir di wilayah Mauk. Saat itu, rendaman air sudah mulai surut. "Tahun ini, banjir yang terjadi tak separah tahun sebelumnya. Selain curah hujan tidak banyak, antisipasi banjir sudah dilakukan sejak awal," tutur Zaki.

Tahun 2015, kata Zaki, sebanyak 19 kecamatan terendam banjir. Akan tetapi, tahun ini hanya terjadi di sembilan kecamatan. "Yang paling parah yakni di Kemiri, Rajeg, dan Mauk," ucap Zaki

Zaki mengatakan, pihaknya melalui dinas bina marga akan lebih memfokuskan program normalisasi sungai dengan menggunakan anggaran tahun 2016. Pekerjaan yang dilakukan antara lain pengerukan sedimentasi dari sungai dan situ atau danau. Langkah itu diambil untuk persiapan datangnya musim hujan 2016/2017 yang dikhawatirkan akan menimbulkan banjir besar sesuai siklus lima tahunan hujan dengan curah yang tinggi.

"Ada pintu air yang posisinya lebih rendah dari saluran irigasi primer karena sedimentasi tinggi. Ini yang akan dinormalisasi dengan cara pengerukan agar sedimentasinya berkurang," kata Zaki. (PIN)

Sumber: Kompas | 5 Maret 2016

Berikan komentar.