TRP
Cibinong Raya Menuju Kota Situ
03 Maret 2016 \\ \\ 479

BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan Cibinong Raya sebagai Situ Front City. Kota Situ akan menjadi ikon dan pusat promosi Kabupaten Bogor secara keseluruhan. Tiga danau alam atau situ yang ada di Kecamatan Cibinong menjadi sasaran awal revitalisasi situ-situ yang ada di Kabupaten Bogor.

Hal itu terungkap dalam Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2017, Tahun Pelaksanaan 2016, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, di Gedung Tegar Beriman, Kompleks Pemda, Rabu (2/3). Acara juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba desain Kota Situ dan diskusi penataan kawasan berbasis pelestarian dan pemberdayaan situ.

Ketua Bappeda Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah mengungkapkan, rencana itu karena kedudukan Kota Cibinong Raya tidak dapat dipisahkan dari peran dan fungsi Kabupaten Bogor sebagai kawasan strategis nasional dan bagian dari megapolitan Jabodetabekpunjur.

Cibinong Raya mencakup Kecamatan Cibinong, Citeureup, Bojonggede, Tajurhalang, Sukarajaya, dan Babakan Madang. Wilayah ini akan didorong menjadi pusat wilayah promosi. Di wilayah Cibinong Raya ini ada 17 situ dari 95 situ yang berada di seluruh wilayah kabupaten. Dari 17 situ, tiga situ ditetapkan dibangun lebih dulu dan menjadi langkah awal pembenahan dan penataan Cibinong Raya. Ketiga situ itu adalah Situ Cikaret di Kelurahan Harapan Jaya, Situ Cibinong di Kelurahan Tengah, dan Situ Kebantenan di Kelurahan Pakansari. Rencana revitalisasi ketiga situ diharapkan mulai dilakukan tahun depan.

"Sebagai Situ Front City, di kawasan itu akan dibangun dan ditata mana areal konservasi, publik atau sosial, dan komersial. Pembangunan perwujudannya pun tidak mungkin hanya didanai dari APBD. Sebab, pemeliharaan manajemen situ sangat kompleks dan memerlukan biaya besar," tutur Syarifah.

Pembangunan atau pengembangan wilayah menjadi Kota Situ tidak lain adalah salah satu pendekatan pengembangan kota yang sekaligus untuk menyelamatkan lingkungan hidup, khususnya situ-situ yang ada, dan juga meningkatkan kesejahteraan rakyat Bogor.

Bupati Bogor Nurhayanti menegaskan, Kabupaten Bogor memilih desain pembangunan Kota Situ tidak lain berangkat dari aset yang dimiliki pemkab. "Bahwa kami ingin salah satu indikator yang dicapai adalah bagaimana Cibinong Raya ini jadi pusat kegiatan wilayah promo. Dengan aset 17 situ di Cibinong Raya, mudahan-mudahan Situ Front City ini menjadi ikon kabupaten," katanya.

"Tahun ini, lima situ yang ada di Cibinong akan direvitalisasi. Tahun 2016, pemerintah pusat mengucurkan dana Rp 60 miliar untuk normalisasi situ. Mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya lima situ, lima situ, dan seterusnya sehingga semua beres. Karena kewenangan situ ada di pemerintah pusat. Mudah-mudahan untuk mewujudkan Situ Front city ini mungkin kami diberi kesempatan pemerintah pusat untuk mengelolanya bersama pihak swasta," ungkapnya.

Dalam diskusi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Iskandar mengatakan, rencana Pemkab Bogor akan menampilkan situ sebagai fokus pembangunan kota sangat tepat. Terlebih, dari 183 situ di wilayah Jabodetabek, hampir 50 persen berada di Kabupaten Bogor. Apalagi, ada kecenderungan sulitnya mempertahankan ruang biru dan ruang hijau akibat agresifnya manusia mengokupasi lahan.

"Situ Kebantenan seluas 5,7 hektar dan Situ Cikaret seluas 31 hektar sekarang memiliki sekat terpisah, sangat tepat dijadikan percontohan pemeliharaan dan pengembangan situ di pusat kota. Desain sudah ada, mudah-mudan 2017 nanti sudah mulai terwujud, sebagai langkah awal. Kami sangat mendukung," katanya.

Dukungan yang sama juga disampaikan Abraham dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pembangunan wilayah pariwisata, termasuk di dalamnya revitalisasi dan pengembangan situ dari Jakarta sampai Sukabumi, merupakan rencana pembangunan strategis di kementeriannya.

Jadi halaman depan

Adapun Ernan Rustandi, peneliti dari IPB, mengatakan, ciri dari konsep Kota Situ adalah adanya interaksi masyarakat sekitar dengan situ terdekat. Kecenderungan yang terjadi dewasa ini adalah situ menjadi bagian belakang rumah dan bahkan menjadi tempat tumpukan sampah.

"Walaupun tidak mudah, adalah langkah tepat bagi pemkab untuk menjadikan situ sebagai fokus dalam pembangunan wilayah. Situ akan menjadi halaman depan rumah warga yang terpelihara. Dan, karena manajemen pemeliharaan Situ Front City itu tidak mudah dan perlu biaya besar, semua komponen harus terlibat," katanya. (RTS)

Sumber: Kompas | 3 Maret 2016

Berikan komentar.