TRP
Pemerintah Bangun Jalan Cepat ke Wilayah Utara Bali
02 Maret 2016 \\ \\ 473

DENPASAR — Pemerintah pusat menyetujui permintaan Pemerintah Provinsi Bali membangun jalan cepat dari Denpasar menuju Buleleng. Jalan dari Denpasar menuju Buleleng yang berkelok-kelok di empat lokasi akan diluruskan. Ini akan memperpendek waktu tempuh Denpasar-Buleleng dari sekitar tiga jam menjadi dua jam.

Anggaran yang disediakan sebesar Rp 622 miliar. Tahun ini memasuki desain perencanaan, analisis mengenai dampak lingkungan, dan pembebasan tanah sekitar 191 are. Pembangunan akan dimulai pada akhir 2018.

"Kami berharap hal ini mampu menjawab keresahan masyarakat di wilayah Bali utara. Ketimpangan Bali selatan dan utara pun bisa diminimalkan dengan adanya perbaikan infrastruktur, terutama pembangunan jalan," kata Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Senin (29/2), di Denpasar.

Pastika mengatakan, jalan cepat tersebut akan menarik calon investor menanamkan modalnya di wilayah utara. Selama ini, calon investor memilih membangun di wilayah selatan daripada di utara dengan alasan infrastruktur, terutama jalan, di wilayah utara buruk.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, realisasi penanaman modal asing (PMA) dan dalam negeri masih terpusat di wilayah selatan, yaitu Denpasar, Badung, dan Gianyar. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) untuk Buleleng tercatat hanya 2 persen dari total PMDN di Bali Rp 7,7 triliun, yaitu Rp 201 miliar pada 2013. Pada tahun yang sama, realisasi PMA untuk Buleleng tercatat Rp 60 miliar atau 1 persen dari total PMA di Bali Rp 3,6 triliun.

Selain itu, menurut Pastika, pembangunan jalan cepat ini juga akan menyedot banyak lagi wisatawan menikmati alam dan obyek-obyek wisata daerah Bali utara. Wisatawan sering mengeluhkan jalur menuju Singaraja yang berkelok-kelok sehingga waktu tempuh yang panjang dan membosankan.

Kepala Seksi Perencanaan Balai Pembangunan Jalan Nasional VIII Hendro Satrio mengatakan, pembangunan jalan ini tengah memasuki desain perencanaan. Hasil studi kelayakannya, lanjut Hendro, proyek itu tidak ada masalah dan layak. Karena itu, ia berharap pemerintah setempat maksimal mendukung agar proses pembangunannya bisa cepat terealisasi.

Lokasi jalan tersebut di Mengwi (Badung) hingga Gitgit (Buleleng). Jika memungkinkan, pemerintah menunggu keputusan disetujuinya jalan cepat dan jembatan dari Badung ke Tabanan.

Ketua Asosiasi Travel Agen Bali Ketut Ardana mendukung pembangunan jalan tersebut. Agenda perjalanan wisata keliling Bali bagi turis asing ataupun domestik akan menjadi menarik karena perjalanan dari selatan ke utara lebih lancar. Jalan itu pun bisa membuat wisatawan mengunjungi lebih banyak obyek wisata di Buleleng, seperti air terjun Gitgit, Lovina, dan air panas Banjar. (Ays)

Sumber: Kompas | 1 Maret 2016

Berikan komentar.