TRP
BRG Petakan Wilayah Prioritas
29 Februari 2016 \\ \\ 310

PALANGKARAYA — Badan Restorasi Gambut mulai memetakan wilayah prioritas restorasi dari empat kabupaten sebagai target awal. Di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, terdapat 100.000 hektar kubah gambut rusak akibat kebakaran yang akan direstorasi.

Sebelumnya, Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia menetapkan empat kabupaten sebagai target awal restorasi untuk lima tahun mendatang. Keempat daerah itu adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan, Kabupaten Meranti di Riau, serta Kabupaten Pulang Pisau di Kalimantan Tengah. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang BRG, target tahun ini akan dipulihkan lahan gambut 600.000 hektar di keempat kabupaten itu.

Deputi Konstruksi, Operasional, dan Perawatan BRG Alue Dohong mengatakan, saat ini pihaknya sedang menajamkan pemetaan wilayah prioritas yang akan direstorasi terlebih dahulu. Untuk Kabupaten Pulang Pisau, terdapat Blok C yang merupakan lahan eks Proyek Lahan Gambut (1995) seluas 100.000 hektar sebagai target awal.

"Informasi kami sudah banyak, tinggal prioritasnya ditentukan," ujar Dohong yang dihubungi Sabtu (27/2).

Kamis lalu digelar lokakarya internasional tentang Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut dan Rehabilitasinya di Palangkaraya.

Lahan terbengkalai

Dohong menuturkan, kubah gambut di Pulang Pisau merupakan salah satu lahan terbengkalai bekas proyek sejuta hektar di era Presiden Soeharto. Proyek tersebut juga menyisakan berbagai kanal yang akan diperbaiki untuk menjaga lahan gambut tetap basah.

Dalam proses restorasi terdapat beberapa langkah yang akan dijalankan BRG, antara lain menstabilkan hidrologi tanah, revegetasi atau penanaman kembali tanaman lokal, dan memperbanyak sumur bor. Semuanya bertujuan paling tidak bisa mendekati ke bentuk awal lahan gambut sesuai sejarahnya.

"Semua aktivitas restorasi gambut yang dilakukan komunitas lokal maupun pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan kami. Untuk pendanaan kami cari donasi dari luar selain anggaran daerah," ungkap Dohong.

Asisten II Bidang Ekonomi Kabupaten Pulang Pisau Iswanda mengatakan, pihaknya telah membuat rencana aksi untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, rencana aksi tersebut sudah disahkan di DPRD Pulang Pisau sebelum siap dijalankan.

"Pengalaman kebakaran hutan tiga bulan beberapa waktu lalu menjadi cambuk bagi kami untuk berbenah, mulai dari aturan hingga rencana aksi kami sudah punya. Sekarang berjalan," tutur Iswanda.

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mengucurkan dana sekitar Rp 10 miliar untuk berbagai macam program pencegahan kebakaran. Beberapa di antaranya untuk pembangunan sumur bor serta peningkatan kapasitas aparatur desa dan komunitas untuk pencegahan.

"Kami jamin ke depan dengan program ini akan meminimalkan potensi kebakaran. Kami sama- sama berharap tidak terjadi lagi kebakaran yang luar biasa seperti dulu itu," lanjut Iswanda. (IDO)

Sumber: Kompas | 28 Februari 2016

Berikan komentar.