TRP
Pemindahan Rel Terkendala Lahan
26 Februari 2016 \\ \\ 933

Pemkab Siapkan Area di Tepi Jalan Arteri

SIDOARJO — Pemindahan jalur kereta api Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, terkendala pembebasan lahan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo meminta PT Kereta Api Indonesia memakai lahan di tepi jalan baru untuk mengatasi sulitnya penyediaan lahan.

Kepala Balai Pengembangan Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Widodo, di Stasiun Tulangan, Sidoarjo, Kamis (25/2), mengatakan, hingga saat ini pembebasan lahan baru 10-11 persen dari kebutuhan 18 kilometer persegi. Pembebasan lahan terkendala negosiasi harga dengan masyarakat.

"Kami berharap pembebasan lahan selesai tahun 2018 sehingga pada 2019 rel kereta yang baru bisa dikerjakan," kata Widodo.

Pemindahan rel kereta api di Kecamatan Porong perlu dilakukan arena kerap terendam banjir dengan tinggi genangan hingga 80 sentimeter di atas permukaan rel. Penyebabnya, permukaan tanah di Porong ambles 12 sentimeter per tahun gara-gara semburan lumpur Lapindo. Akibatnya, air tidak mengalir.

Hampir setiap hujan deras, lalu lintas atau perjalanan sekitar 30 kereta api dari Surabaya-Malang dan Surabaya ke Banyuwangi serta Jember dan sebaliknya terganggu. Banjir bisa merendam rel kereta berhari-hari, bahkan hingga hampir seminggu pada awal Februari lalu.

Manajer Humas Daerah Operasional (Daop) VIII Surabaya Suprapto mengatakan, saat banjir, PT KAI Daop VIII Surabaya menghentikan perjalanan kereta api hingga Stasiun Tanggulangin atau Stasiun Sidoarjo. Penumpang lalu diangkut menggunakan bus menuju stasiun berikutnya.

Biaya penyediaan puluhan bus untuk mengangkut penumpang kereta ini cukup besar. Sebagai gambaran, saat banjir besar awal Februari 2016, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 1 miliar untuk empat hari.

Kementerian Perhubungan telah lama menyiapkan pengalihan jalur kereta api dari Sidoarjo-Stasiun Gunung Gangsir (Pasuruan) melalui Porong menjadi melalui Stasiun Tulangan. Pemindahan rel kereta pernah ditargetkan selesai 2017.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan PT KAI merelokasi rel Porong. Pemkab Sidoarjo sudah menyelesaikan pembebasan lahan di wilayahnya. Ia menambahkan, sejak lama pemkab meminta PT KAI memakai lahan di tepi jalan arteri dan Jalan Tol Porong.

"Sidoarjo sudah selesai, tinggal Kabupaten Pasuruan yang harus membebaskan kawasan Gunung Gangsir. Pembangunan rel kereta baru bisa memanfaatkan lahan di pinggir Jalan Tol Porong agar tidak perlu biaya untuk membebaskan lahan baru," ucap Saiful Ilah.

Menurut dia, selama menunggu realisasi relokasi rel kereta, pihaknya berupaya mencegah banjir di Porong. Caranya, dengan memperketat pengawasan Bendungan Lengkong.

"Banjir akan teratasi dengan buka-tutup pintu air di dam. Kalau menutupnya tepat, tidak terlambat, tidak banjir," ujarnya.

10 perjalanan

Terkait dengan pelayanan kepada penumpang, PT KAI Daop V Purwokerto akan menambah jumlah layanan perjalanan kereta api yang berhenti di Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Terdapat penambahan 10 perjalanan kereta yang berhenti di stasiun itu, yang mulai diberlakukan 11 Mei 2016.

Saat ini masyarakat sudah bisa memesan tiket untuk perjalanan kereta yang akan berhenti di Stasiun Bumiayu. Stasiun kereta api itu terletak di wilayah selatan Kabupaten Brebes.

Manajer Humas PT KAI Daop V Purwokerto Surono, Kamis, mengatakan, ada 10 perjalanan kereta yang akan berhenti di Stasiun Bumiayu, yakni KA Fajar Utama dan Gajahwong jurusan Yogyakarta-Jakarta, KA Jaka Tingkir jurusan Purwosari-Solo-Jakarta, KA Krakatau jurusan Kediri-Merak, serta KA Gaya Baru Malam jurusan Surabaya-Jakarta, semuanya pergi-pulang. Semua kereta api itu kelas ekonomi dan bisnis.

Dari Solo, Jawa Tengah, dilaporkan, setelah dioperasikan kembali pada Maret 2015, kereta perintis Batara Kresna jurusan Solo-Wonogiri diminati masyarakat. Tingkat keterisian penumpang saat ini telah menyentuh angka 100 persen.

"Bahkan, sampai 29 Februari, kursi penumpang sudah penuh dipesan," ujar Anang Yoyok, Wakil Kepala Daop VI Yogyakarta PT KAI, di Solo, Kamis.

Anang mengatakan, selain masyarakat umum, tingginya keterisian penumpang KA Batara Kresna karena sering ada rombongan penumpang pelajar sekolah. (wie/nik/rwn)

Sumber: Kompas | 26 Februari 2016

Berikan komentar.