TRP
Senayan Golf Driving Range Akan Jadi Hutan Kota
24 Februari 2016 \\ \\ 341

JAKARTA — Senayan Golf Driving Range di Kompleks Gelora Bung Karno akan diubah menjadi hutan kota. Hal itu dilakukan untuk mengembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau sesuai peraturan daerah DKI. Menurut rencana, area seluas 4,6 hektar itu akan memiliki area joging, taman, arena aktivitas luar ruangan, dan akan menjadi pintu masuk angkutan massal cepat dengan nama Stasiun Gelora Bung Karno.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno Winarto mengatakan, tempat itu sudah ditutup untuk kegiatan sejak 1 Februari 2015. "Karena kami ingin kembalikan tempat ini sesuai dengan Peraturan Daerah DKI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi," ujar Winarto dalam konferensi pers sosialisasi rencana tersebut di Senayan Golf Driving Range, Senin (22/2).

Ia mengatakan, penanaman pohon dan pengerjaan akan dimulai Maret. Saat ini, pihaknya tengah membuat rancangan desainnya bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia. Adapun pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun.

Pembangunan akan melibatkan Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno di bawah Kementerian Sekretariat Negara, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia tidak mau menyebutkan besaran dana yang diperlukan untuk membuat hutan kota. Namun, ia mengatakan, anggaran ketiga pihak itu yang akan digunakan untuk membuat hutan kota tersebut.

Winarto mengatakan, pengubahan driving range menjadi hutan kota juga termasuk dalam persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. "Renovasi keseluruhan Kompleks GBK sendiri saat ini masih dalam pemantapan desain. Pekerjaan fisik diperkirakan dimulai Juni atau Juli tahun ini," kata Direktur Utama yang baru diangkat pada 5 Januari 2016 itu.

Ia mengatakan sudah menjelaskan hal tersebut kepada para pemain golf pengguna fasilitas itu dan mereka menerima keputusan tersebut. Mereka memutuskan pindah ke driving range lain di Jakarta, seperti di dekat Senayan City, Kemayoran, Halim, dan Pondok Indah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono mengatakan, pihaknya berencana menanam pohon yang bisa bertahan hingga puluhan tahun. Ia mengatakan, para ahli botani akan mencari jenis tanaman yang sesuai. Tambahan 4,6 hektar hutan kota ini sejalan dengan rencana Kementerian LH dan Kehutanan menambah total 5.000 hektar untuk hutan kota dalam lima tahun ke depan.

Ia juga mengingatkan, saat ini jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta baru sekitar 9 persen. Padahal, seharusnya Jakarta memiliki RTH minimal 30 persen dari total luas wilayah. "RTH ini penting bagi warga supaya mereka bisa relaksasi mengurai kepenatan dari rutinitas sehari-hari," ujarnya.

Winarto menjamin pembangunan hutan kota itu tidak akan mengganggu lalu lintas di Jalan Sudirman. "Lahan ini, kan, luas, tidak perlu sampai mengganggu lalu lintas," ujar Winarto.

Ia juga mengatakan, dengan dibangunnya hutan kota itu, harga tanah di bilangan Senayan akan meningkat. "Ada yang mengkritik saya, lahan di Senayan itu mahal karena terbatas, kenapa malah dijadikan hutan kota? Saya katakan, konservasi hutan ini justru malah meningkatkan value. Bayangkan kawasan bisnis yang berdampingan langsung dengan hutan kota," tutur Winarto. (C11)

Sumber: Kompas | 23 Februari 2016

Berikan komentar.